TPK Proyek TPT Lobener Diduga Tak Paham Cara Membangun

INDRAMAYU, harianlenteraindonesia.co.id

Proyek pembuatan tembok penahan tanah (TPT) dari Dana Desa Lobener Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu terindikasi “gagal total “. Pelaksana pembangunan diduga tidak paham tentang tata cara proyek tersebut.

Proyek tersebut dalam pantauan tidak mengindahkan mekanisme atau prosedur tahapan pada pembuatannya. Dilihat dari awal proses pembuatan TPT ini digenangi oleh air dan tidak dilakukan penggalian secara penuh serta tidak padatkan.

T ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) setempat tentang banyak genangan air karena pada saat proyek tersebut akan digelar mendadak turun hujan hal ini yang membuat banyaknya kadar air ketika dilakukan pembangunan.

” Waktu awal kegiatan proyek itu tidak ada air dan setelah di pertengahan jelang lebaran datang hujan jadi akhirnya sekarang tergenang air, bahkan sudah di gali terlebih dahulu sesuai aturan”ungkap dia, Senin(16/05/2022) ketika dilokasi kegiatan.

Penjelasan T diduga tidak pantas diucapkan ke publik lantaran jelas dalam petunjuk teknis pembuatan sendiri tidak boleh tanah digenangi oleh air.

Dalam petunjuk teknik pembuatan Tembok Penahan Tanah menyebutkan bila lubang galian diperkirakan akan digenangi air cukup banyak, maka perlu dipancangkan suatu turap penahan yang dapat mencegah air memasuki lapisan yang tembus air. Bila ujung turap tidak dapat mencapai tanah yang kedap air karena panjang tiang pancang tidak mencukupi, maka timbulnya gejala-gejala bahaya akibat dari rembesan air.

Sangat disayangkan dana dibuang sia-sia lantaran gara-gara ulah pelaksana yang tak paham cara membangun. Diketahui TPT ini bersumber dari Dana Desa tahap pertama dengan anggaran sebesar Rp124.000.000 (Seratus dua puluh empat juta rupiah). Spesifikasi proyek, Panjang 305 meter, tinggi 90 cm, untuk lebar BAN atas 30 cm dan BAN bawah 45 cm.

Kuwu Desa Lobener, S mengaku bahwa pekerjaan TPT yang dikerjakan sudah sesuai dengan RAB.

“ Bangunan TPT ini sudah sesuai dengan RAB dijalankan, kalau saya mah sesuai dengan RAB dijalankan, kalau membangun niatnya mencari untung ya tidak begini-red),”. Sergah S.

Tentang pembangunan TPT tersebut dilakukan kata S, dengan kondisi volume air yang masih tinggi, tetapi Kuwu Desa Lobener itu berdalih jika air itu tadinya tidak ada.

“yang jelas air itu datangnya dari Tuhan, jelas tinggal disedot saja airnya pake mesin pompa, terus namanya tanah anda lihatnya karena sekarang kondisi air masih tinggi, pada awal ramadhan tadinya mah tidak ada ” ucap S.

H.Ali Sukma Camat Jatibarang, yang terkonfirmasi jurnalis di tempat proyek saat meninjau proyek TPT tersebut, selasa (17/05) ia mengatakan sebetulnya proyek ini belum jadi baru 80 persen saja . ” waktu itu (pelaksanaan-red) turun hujan hingga menggenangi bangunan dan juga pas waktu hari raya jadi bangunan di pending dulu, jadi sekarang di lanjutkan lagi, kalo gak dikerjakan proyek ini gak bakalan jadi kan”tukas Camat H.Ali Sukma.

Pos terkait