Oknum Kades di Kabupaten Indramayu Diduga Sunat Proyek Banprov 2021

INDRAMAYU, harianlenteraindonesia.co.id

Oknum Kuwu di Kabupaten Indramayu diduga sunat dana bantuan provinsi (Banprov) Jawa Barat tahun 2021. Tepatnya di Desa Bantar waru Kecamatan Gantar, dalam proyek rehabilitasi kantor desa setempat. Kuwu inisial (S) berdasarkan Informasi dari salah satu warga minta tidak disebutkan namanya memberikan sebuah kiriman Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta menuturkan, pada draf angka yang termaktub beberapa poin pengeluaran biaya diduga tidak berdasarkan fakta atau dengan kata lain (S) menyunat sejumlah dana dari pagu senilai Rp77 juta untuk proyek tersebut diantaranya, pengadaan kaca rybent T.5 mm 13 meter sebesar Rp1.677.000, kusen aluminium warna 4” dengan volume 39 m senilai Rp4.680.000, berikutnya untuk pembelian sealent sebesar Rp455 ribu disertai bata ringan (heabel) dengan volume 100 Bh senilai Rp1.100.000 dan semen perekat 50 kg 225 ribu lalu, untuk pembelian dinding dan aksesoris ruangan seharga Rp38.000.000. secara keseluruhan kades berdasarkan informasi diatas, kades diduga sunat dana banprov dari proyek tersebut sebesar Rp46.137.000.

Lebih anehnya, dana yang seharusnya sudah di tahun lalu. Tetapi, berdasarkan informasi dari salah satu penjaga kantor desa setempat, proyek rehab dilaksanakan di tahun ini kurang lebih dalam waktu sebulan yang lalu. Hal ini justru berbanding terbalik dari ketentuan petunjuk teknis bantuan keuangan desa provinsi Jawa barat tahun 2021 bahwa laporan penggunaan keuangan desa disampaikan oleh kepala desa kepada gubernur Jawa Barat itu dilakukan setiap berakhir tahun anggaran dengan tembusan kepada bupati, dinas yang membidangi desa dan camat di kabupaten setempat.

Diketahui alokasi bantuan provinsi yang diterima oleh desa setempat secara keseluruhan senilai Rp130 juta.

Menanggapi hal ini, camat Gantar, W melalui pesan singkat via seluler (29/03) menegaskan, agar meminta keterangan pada kepala desa yang bersangkutan.” Mangga ke desa dulu,” tulis W.

Namun sementara, arahan yang disampaikan oleh camat tidak di bendung oleh kepala desa terkait, hingga berita diterbitkan enggan memberikan keterangan dari pertanyaan wartawan hingga saat ini

Pos terkait