Antusiasme Warga Binaan Terasa dalam Praktik Perdana Budidaya Jamur Tiram

Jember, harianlenteraindonesia.co.id

Setelah dibuka akhir bulan lalu, pelatihan budidaya jamur tiram bagi Warga Binaan Lapas Jember, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur akhirnya dilaksanakan. Para peserta yang merupakan 20 narapidana pilihan mengikuti pelatihan perdana tersebut di Aula Lapas, pada Selasa (1/3/2022) pagi. Mereka mendapatkan beberapa teori dasar mengenai budidaya jamur tiram, termasuk bahan-bahan yang dibutuhkan, proses budidaya, hingga memanen.

“Budidaya jamur tiram ini bisa dilakukan oleh semua orang tanpa mengenal latar belakang pendidikan,” ujar Andriansyah Setiawan, Pemateri sekaligus Ketua KUB Mitra 88 Jember yang digandeng Lapas Jember dalam memberikan pelatihan kemandirian. Dirinya lebih lanjut menyebutkan bahwa jamur tiram bisa diolah menjadi berbagai produk. “Jamur tiram bisa diolah menjadi berbagai macam makanan. Bahkan bisa mengganti bahan daging dalam pembuatan bakso. Itulah mengapa jamur tiram memiliki harga yang stabil di pasar,” ucapnya memberikan materi.

Tak hanya teori, peserta pelatihan juga mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung bagaimana membudidayakan jamur tiram. Mereka berbondong-bondong menuju Bengkel Kerja Lapas Jember untuk memulai praktik.

“Kita laksanakan secara bertahap dan sesuai jadwal,” ujar Teguh Wicaksono, Staff Giatja yang mengunggui pelatihan tersebut. “Karena proses budidaya jamur sendiri tak bisa dilaksanakan dalam sehari,” ucap Teguh memberi alasan. Benar saja, sang pemateri bersama 3 instruktur lainnya hanya melatih bagaimana mencampur beberapa bahan untuk membuat baglog atau media tanam jamur, hingga proses sterilisasi sebelum akhirnya dilakukan pembibitan.

Sementara itu, para peserta pelatihan terlihat antusias mengisi campuran serbuk kayu, katul padi, katul jagung, kapur, dan gibs kedalam plastik. “Mereka antusias sekali membuat baglog dari serbuk kayu, katul padi dan katul jagung, serta kapur dan gips,” ungkap Andri.

Pos terkait