Magetan, harianlenteraindonesia.co.id
Desa Mojopurno Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan merupakan salah satu desa yang memiliki potensi lahan pertanian yang luas. Dengan andalan hasil pertanian padi,jagung dan kacang tanah tentunya memerlukan pengairan yang teratur dan terjadwal.
Tapi tidak semua wilayah Pertanian Mojopurno memliki akses yang sama terkait pengairan. Sebagian lahan untuk pertaniannya hanya mengandalkan air hujan dan irigasi yang kurang maksimal. Sebagai salah satu solusi agar terjadi peningkatan hasil pertanian pemerintah desa Mojopurno melalui anggaran DD perubahan tahun 2021 ini membuat sumur air dalam di RT 4 RW 2 blok Kodran.

Rusdin Kepala desa Mojopurno menjelaskan “Pemerintah desa Mojopurno akan terus berupaya membantu kebutuhan petani terkait pengadaan pengairan, salah satu solusi kami adalah membangun sumur air dalam,sementara ini yang didanai oleh DD baru satu titik, tapi kedepan kami akan terus berupaya menambah lagi agar terjadi peningkatan hasil pertanian petani yang biasanya padi ditanam 1 sampai 2 kali dengan adanya sumur ini diharapkan petani bisa menanam sepanjang musim 3 kali tanam di kombinasikan dengan palawija “tuturnya. (Jumat, 12/11/2021).
Lebih lanjut Kepala desa Mojopurno ini menambahkan “Untuk sumur yang ada di RT 4 RW 2 ini luasan lahan yang terairi sekitar 17 hektar.Tentunya kedepan sawah yang ada ini akan meningkat hasil pertaniannya sejalan dengan pengairan yang kami usahakan. Selain dari Dana Desa pemerintah juga bersinergi dengan kelompok tani agar bisa mendapatkan program bantuan sumur air dalam melaui dinas TPHPKP kabupaten Magetan. Alhamdulilah tahun ini desa Mojopurno mendapatkan program tersebut yang lokasinya dekat POM bensin Mojopurno ” tegasnya.
“Antisipasi krisis air pada musim kemarau dan gagal panen pemerintah desa Mojopurno Kecamatan Ngariboyo merencanakan akan membangun sumur lagi sebagai sumber pengairan untuk areal persawahan dan areal pertanian. Pasalnya ketika kemarau tiba irigasi tidak dapat diandalkan. Jadi sumur air dalam ini bisa dikatakan sebagai sumber utama pengairan tentunya ini akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran DD yang ada “pungkas Kepala desa Mojopurno ini.
Marmi salah seorang petani setempat mengatakan ” Biasanya saya menanam padi hanya 2 kali setahun bahkan kadang kadang hanya sekali setahun. Pembuatan sumur bor yang dilakukan pemerintah desa Mojopurno ini sangat bermanfaat bagi kami kedepannya menjadi solusi bercocok tanam di musim kemarau saat sulit air “jelasnya.Video kegiatan ini bisa di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan.






