Kab.Malang, harianlenteraindonesia.co.id
Infrastruktur yang baik dan layak dilewati kendaraan adalah merupakan salah satu faktor utama penunjang ekonomi masyarakat. Disamping itu juga merupakan faktor pendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah) karena di kabupaten Malang notabene banyak tempat wisata alam dan juga sebagai salah satu kabupaten penghasil bumi dan alam yang banyak dan melimpah untuk itu infrastruktur di kabupaten Malang betul- betul prioritas sebagai penggerak ekonomi.
Dalam hal permasalahan ini sebagai Kla project atau leading sektor adalah dinas Bina Marga yang bertanggung jawab dan dominan untuk menggenjot dalam memperbaiki infrastruktur. Skala prioritas perbaikan adalah tempat wisata dan akses untuk hasil bumi dan alam betul- betul layak dilewati kendaraan agar pengendara dan pengunjung merasa nyaman dan aman.
Tapi permasalahan ini tidak semudah seperti teori seperti membalikkan telapak tangan, banyak jalan yang sudah diperbaiki tiba- tiba karena human error’ secara spontanitas stakeholder lain ada kepentingan mendadak, salah satu contoh dari PDAM membongkar jalan karena ada perbaikan pipanisasi otomatis untuk mengembalikan perbaikan jalan seperti semula tidak sesuai dengan standard karena bukan bidangnya. Begitu juga dengan kendaraan truk- truk pengangkut tebu dan pasir yang over tonase ini juga harus melibatkan stakeholder terkait agar ada penertiban supaya jalan itu awet dan tidak merugikan pengguna jalan yang lain.
Dan contoh lain yang saat ini lagi ramai dipublikasikan media dan masyarakat umum yaitu akses jalan menuju wisata pantai Selatan atau akses jalan menuju JLS (Jlur Lintas Selatan) tepatnya di Desa Sri Gonco Kecamatan Bantur Kabupaten Malang jalannya sudah tidak layak dilewati pengguna jalan dan rusak dampak dari dump truk pengangkut urukan tanah untuk membuat jalan menyambung JLS tujuan Kabupaten Malang Blitar.

Menurut Suwignyo sekretaris Dinas Bina Marga Kabupaten Malang saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan fenomena jalan di Desa Sri Gonco Kecamatan Bantur merupakan tanggung jawab pemerintah pusat karena kerusakan jalan tersebut dampak dari truk-truk mengangkut urukan tanah untuk pembangunan JLS dan kami dari pemerintah daerah sudah berkoordinasi dengan pihak terkait akhir tahun ini 2021 sudah direalisasikan pembangunannya supaya tahun depan (2022) level PPKM kabupaten Malang normal bisa dilalui masyarakat sekitar maupun pengunjung wisata.
Panjang jalan di Desa Sri Gonco kecamatan Bantur kabupaten Malang yang rusak dampak dari dump truk pengangkut urukan tanah untuk pembangunan JLS sekitar 10 Km walaupun ada sebagian yang tidak rusak total tambahnya.
Diharapkan oleh Wignyo karena pembangunan Jembatan di Desa Sri Gonco sudah diresmikan oleh Pemda kab Malang otomatis masyarakat sekitar maupun pengunjung wisata khususnya di pantai selatan bisa menikmati dan memanfaatkan jembatan Sri Gonco tersebut karena merupakan akses alternatif yang lebih cepat dan efesien menuju wisata pantai Selatan untuk itu pemerintah pusat segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut akhir tahun ini pungkasnya.





