Magetan, harianlenteraindonesia.co.id
Sebagai upaya memanen air hujan saat musim hujan diperlukan upaya yang simultan dari berbagai pihak. Jangan sampai air hujan yang seharusnya menjadi berkah berubah menjadi musibah bila tidak diusahakan manajemen pengelolaan air dari berbagai elemen yang ada.

Sebagian besar wilayah kabupaten Magetan terdiri dari desa – desa yang mata pencahariannya sebagai petani , dan bisa dipastikan keberadaan air baku tanah untuk irigasi menjadi kebutuhan utama sebagai penunjang kebutuhan pertanian.
Seperti halnya warga desa Terung Kec Panekan Kabupaten Magetan yang mayoritas warganya sebagai petani yang mengharapkan adanya embung guna mengatasi permasalahan air saat musim kemarau mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten Magetan melalui dinas PUPR tahun ini mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 198.920.000,00 untuk rehabilitasi embung Terung.
Hal ini diungkapkan kepala dinas PUPR Magetan, Muhtar Wahid ST, MT, kepada Media Lentera Indonesia “Untuk pembangunan embung Terung ini dilakukan secara bertahap, tahun 2020 kemarin kita lakukan penggalian dan pembersihan lahan, Tahun 2021 ini dilakukan pembangunan lapisan kedap air ,Karena embung yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah masalah rembesannya dan tahun depan akan dilakukan pembangunan tanggul dan saluran outlet kesawah .Dan diharapkan tahun depan embung Terung ini sudah selesai dan difungsikan sesuai fungsi utamanya untuk pengairan dan silahkan digali potensi yang ada untuk dikembangkan misalnya untuk kegiatan wisata dan lainnya. “pungkasnya.

Kepala desa Terung Suwarno S.Sos kepada Media Lentera Indonesia mengatakan ” Kami pemerintah desa Terung berterima kasih pada pemerintah kabupaten Magetan yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan embung Terung sebagai upaya kami dalam memenuhi kebutuhan petani didesa ini. , semoga dengan embung ini kedepan kebutuhan sawah di sisi utara embung bisa lebih produktif lagi karena selama ini hanya mengandalkan air tadah hujan, selain itu kedepan kita kembangkan sebagai destinasi wisata apalagi dengan background gunung Lawu yang menawan ditambah kalau malam hari kerlip lampu dari lembah gunung Lawu terlihat sangat eksotis “pungkasnya. (Jumat , 24/9/2021).
Kasno salah seorang petani setempat menuturkan “Dengan adanya embung ini kami sebagai petani merasa diperhatikan oleh pemerintah, apalagi dengan kondisi sulit seperti sekarang ini kedepan akan bisa menjamin ketersediaan air bagi pertanian di wilayah sekitar embung ,sehingga kami tidak khawatir lagi akan ketersediaan air bagi sawah kami “tuturnya. Video kegiatan ini bisa di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan.






