MALANG, harianlenteraindonesia.co.id
Belum lama ini Rabu (22/9) presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah hasil Redistribusi secara simbolis dan virtual di istana kepresidenan, Bogor Jawa Barat. Penyerahan sertifikat tanah hasil Redistribusi ini, sengaja di gelar pada hari Rabu tanggal 22 September 2021, karena bertepatan dengan hari agraria dan tata ruang. Pada kesempatan itu presiden menyerahkan 124,120 sertifikat tanah hasil Redistribusi di 26 propinsi dan 127 kabupaten/kota. Penyerahan ini terbilang istimewa karena sertifikat-sertifikat tersebut berasal dari tambahan tanah baru dari pemerintah untuk masyarakat Indonesia.
Menurut presiden dari 124,120 sertifikat yang diserahkan, 5,512 diantaranya merupakan hasil penyelesaian konflik agraria di tujuh propinsi dan 8 kabupaten/kota, yang menjadi prioritas pemerintah di tahun 2021 dan tanah yang betul- betul berasal dari tanah negara hasil penyelesaian konflik, tanah terlantar dan pelepasan kawasan hutan, ini merupakan perjuangan kita bersama, perjuangan bapak/ibu sekalian, yang melibatkan kelompok-kelompok organisasi masyarakat sipil, disamping peran pemerintah, mudah-mudahan dengan penyerahan sertifikat ini, tanah yang ada lebih produktif memberikan hasil untuk membantu perekonomian bapak/ibu sekalian, ungkap presiden. Selain itu presiden berharap, agar penerima manfaat reforma agraria dapat menjaga sertifikat ini dengan baik, tidak rusak, beralih fungsi atau dialihkan ke orang lain, tambahnya.

Sedangkan untuk wilayah kabupaten malang, sebenarnya ada empat kecamatan yang akan menerima sertifikat tanah hasil Redistribusi namun baru tiga kecamatan yang rampung yakni kecamatan Donomulyo, Bantur dan Pagelaran sedangkan untuk kecamatan Sumbermanjing Wetan masih dalam tahap penyelesaian, tutur La Ode Asrafil Kepala BPN Kabupaten Malang, saat ditemui usai acara tersebut.
Selain itu La Ode Asrafil juga menjelaskan terdapat 500 bidang di Sumbermanjing Wetan, tepatnya di desa Tambakrejo mengalami keterlambatan mengingat SK revisi untuk Redistribusi itu baru di terima Bupati Malang sekitar dua Minggu yang lalu, namun demikian BPN Kabupaten Malang menargetkan selesai tahun ini, karena semua pemetaan, pendataan maupun pengukuran sudah rampung, Asrafil juga menambahkan bahwa acara yg disiarkan secara Virtual di Pendopo Agung Kabupaten Malang juga di hadiri Kakanwil BPN Jawa Timur, Johanar.






