Aliansi LSM, Ormas dan Wartawan Magetan Pertanyakan Dampak PPKM Darurat dari Berbagai Sektor ke DPRD

  • Whatsapp

Magetan, harianlenteraindonesia.co.id

Menyikapi PPKM Darurat yang diperpanjang sampai tanggal 25 Juli 2021 Masyarakat Magetan yang tergabung dalam Aliansi Aliansi LSM ,Ormas dan Wartawan Magetan mendatangi kantor DPRD kabupaten Magetan guna menyampaikan permintaan audensi dengan para wakil rakyat di Magetan terkait pemberlakuan PPKM darurat yang berlangsung selama ini. Baik itu dampak secara perekonomian maupun dampak secara psikologi terhadap warga Magetan. (Rabu, 21/7/2021).

Tim Aliansi ini di terima oleh Sekwan DPRD Magetan Winarto. Pada kesempatan ini pada perisipnya Sekwan menerima baik aspirasi yang disampaikan oleh Aliansi LSM ,Ormas dan Wartawan Magetan dan akan menindaklanjuti dengan menyampaikan permintaan audensi tersebut kepada pimpinan DPRD Magetan.

“Kami selaku sekwan menerima surat dari Aliansi LSM ,Ormas dan Wartawan Magetan dan akan menyampaikan kepada pimpinan DPRD Magetan “kata Winarto Sekwan DPRD Magetan.

Aliansi LSM, Ormas dan Wartawan Magetan yang terdiri dari Suprianto S.Sos (Lira), Rasimin (Formil), Gunadi (LPK Nusantara) Chandra Darusman (PWM) dan Beni Setyawan (Wartawan) akan mempertanyakan kebijakan yang diambil oleh pemerintah khususnya kabupaten Magetan terkait dampaknya baik itu secara perekonomian maupun psikologis terhadap warga Magetan.

Gunadi selaku Ketua LPK Nasional kabupaten Magetan mengatakan ” Kami membawahi 2200 pedagang pasar sayur Magetan meminta kepada pemerintah agar memperhatikan kondisi riil saat ini, Yang kami Harapkan agar ada dispensasi terkait pembayaran angsuran baik itu Bank Formal maupun cicilan di koperasi dan itu tertuang dalam satu kebijakan. Agar masyarakat Magetan khususnya para pedagang bisa mendapatkan keringanan disaat sulit seperti ini,Dan berharap agar waktu operasional kami juga kembali diperhatikan “harapnya.

Sementara itu Rasimin Ketua Formel Magetan mengatakan “Terkait pemadaman lampu jalan di Magetan apakah ada korelasinya dengan penyebaran virus Covid 19? Yang ada justru akan menimbulkan suasana yang mencekam bagi masyarakat. Akan menimbulkan kerawanan kamtibmas juga membahayakan pengendara oleh karena itu kami mohon agar kebijakan itu dikaji ulang, apalagi sekarang ada otonomi daerah jangan samakan Magetan dengan Jakarta atau daerah lain. Mohon diperhatikan juga kearifan lokal yang ada di Magetan “Tegasnya.

Chandra Darusman sebagai ketua PWM Magetan mengatakan “Kami dari PWM berharap agar pemerintah bisa segera meralisasikan vaksinasi terhadap 70 %warga Indonesia khususnya Di Magetan agar wabah Covid 19 ini bisa segera berakhir ,agar alokasi anggaran lebih terfokus pada percepatan pemulihan ekonomi bukan berkutat pada penanggulangan Covid,agar Vaksinasi dipercepat supaya di tahun 2022 sudah terbentuk herd imunity di Indonesia “jelasnya.

Suprianto S.Sos Selaku ketua LIRA Magetan menjelaskan “Kami meminta audensi ini bukan untuk melawan pemerintah,Kami hanya ingin agar pemerintah memberikan solusi terbaik untuk masyarakat Magetan. Dengan kondisi seperti ini diperlukan kebijakan yang bijaksana, karena selain kesehatan yang utama ekonomi masyarakat juga harus diperhatikan. Kita ambil contoh penyekatan yang ada saat PPKM darurat ini sangat merepotkan masyarakat. Disaat kondisi sulit akibat Covid 19 justru masyarakat dibuat lebih repot lagi dalam mencari rejeki. Kami selaku LSM, Ormas dan Wartawan adalah penyambung lidah masyarakat karena kami tahu kondisi riil di masyarakat. Mudah mudahan dengan audensi yang ada akan menemukan solusi terbaik bagi warga Magetan “tegasnya. Video kegiatan ini bisa di klik di di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan.

Pos terkait