Sosok Sartono Penjaga Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu Desa Bayemtaman

  • Whatsapp

Magetan, harianlenteraindonesia.co.id

Sebagai upaya menyelamatkan jiwa pengendara yang melintas di rel kereta api double track yang berada di desa Bayem Taman Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan dia adalah Sartono Sosok lelaki paruh baya yang biasanya berada di perlintasan tersebut.

Sartono kepada Media Lentera Indonesia mengatakan “Sudah sepuluh tahun lebih ini saya dan istri menjaga perlintasan kereta api tanpa palang pintu otomatis ini. Sebenarnya ini adalah kehendak saya secara pribadi jadi saya bukan petugas PT KAI, Karena sebelum saya ada di sini dulu sepuluh tahun yang lalu setiap tahun pasti ada kecelakaan akibat ditabrak kereta api. “terangnya

“Saya dan istri tidak digaji kami mendapatkan penghasilan dari para warga yang melintasi rel ini, mereka memberikan secara sukarela jadi penghasilan kami tidak menentu tergantung pada keberuntungan kami tiap hari. Yang jelas kami bekerja ini iklas membantu masyarakat agar terhindar dari kecelakaan akibat ditabrak kereta api ini “terangnya.

Ditengah terik matahari yang membakar kulit Sartono tetap setia dengan profesinya sebagai penjaga perlintasan kereta api. Berbekal bendera dan topi capingnya dia tetap sigap membantu pengendara yang lewat perlintasan. Di gubuk ala kadarnya sesekali dia berteduh jika perlintasan tidak ada yang lewat. Dengan perjuangan dan kegigihannya selama 10 tahun ini selayaknya PT. KAI mengapresiasi atas usaha Sartono ini. Video kegiatan ini bisa di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan (jurnalis :Beni Setyawan )

Pos terkait