MAGETAN, harianlenteraindonesia.co.id
Guna peningkatan kualitas pekerjaan para rekanan/pihak ke tiga yang mendapatkan pekerjaan, harusnya Pemkab Magetan melalui Dinas terkait harus mempunyai catatan plus dan minusnya dan berani menerapkn reward jika kualitas pekerjaannya bagus dan memberikan punishment kepada rekanan yang bekerja tidak sesuai dan inkonsistensi terhadap kesepakatan bersama yg diikat melalui MOU di dokumen kontrak.
Ketua Komisi D DPRD Magetan Suyono,SH yang akrab dipanggil Suyono Wiling saat ditemui di kediamannya yang asri menegaskan “Disaat sekarang ini (diakhir tahun berjalan:red) dengan pertimbangan cuaca dan keterbatasan waktu sangatlah perlu memaksimalkan perannya masing yang terlibat langsung Misal monitoring dari dinas selaku penanggungjawab anggaran.” paparnya (13/11/2020).
Lebih Lanjut Ketua Komisi D ini menegaskan “Dinas harus maksimalkan supervisi dan monitoring,” Tegas Wiling.
“Konsultan pengawas / suvervisi untuk melakukan pengawasan secara intens dan kontraktor yang mengukur kebutuhan tenaga dan kesiapan material.
Jika semuanya memahami dan sama-sama konsisten saya rasa kualitas, kwantitas ketepatan waktu akan terpenuhi. Dinas harus mempunyai catatan catatan khusus rekanan dan berani menerapkan Reward dan Punishment.Jika ada rekanan tidak konsisten harus memberi sangsi sesuai peraturan yang ada .”jelasnya.
“Rekanan ini bisa konsultan perencana, kontaktor pelaksana dan konsultan pengawas.Pemberlakuan sanksi berlaku kepada semua rekanan di atas .Jika reward dan Punishment di terapkan secara tegas maka semua rekanan pasti berfikir ulang ketika berkeinginan untuk bermain-main dengan aturan yang ada .” tegasnya.
“Keadilan memperoleh pekerjaan dari rekanan harus ada ,walau adil tidak harus sama,Jangan sampai ada rekanan yang disana sini dapat pekerjaan berlimpah ruah hingga bebannya terlalu berat,dampaknya pengawasan kurang maksimal dapat menghambat proses pekerjaan dan proses administrasi. Sedang ada rekanan lain yang tidak kalah profesional hanya mendapat sisanya saja bahkan ada yang bisa gigit jari tidak mendapatkan pekerjaan” pungkas Suyono (Willing)S.H (.(Jurnalis Beni Setyawan)





