Depok, harianlenteraindonesia.co.id
Penyelenggaraan tahapan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kota Depok, janji-janji kampaye visi-misi pasangan calon,telah dimulai dari tanggal 26 September sampai 05 Desember 2020.Kemudian ada masa jeda sampai tanggal 08 Desember dan untuk hari pencoblosan calon Walikota/Wakil Walikota dilaksanakan pada tanggal 09 Desember 2020.
Calon Walikota Mohammad Idris,dalam kunjungannya bertatap muka dengan warga Kelurahan Sukamaju berharap suasana Kota Depok damai dan tidak ada hal-hal yang tidak di inginkan hanya karena kompetisi Pilkada.
“Ini merupakan sebuah Kompetisi Sehat,Kompetisi Santun untuk sama-sama kita memilih Kepala Daerah,”ungkapnya,Jumat (09/10/2020).
“Saya ingatkan kepada teman-teman semua,tetap jaga kerukunan,tetap jaga keamanan kampungnya masing-masing agar Pilkada ini berjalan dengan baik.”Tidak ada ucapan-ucapan ejekan satu sama lain,karena itu bukan Moral,bukan Etika,”ucapnya saat konsolidasi di RT 04/RW 22 Kelurahan Sukamaju,Kecamatan Cilodong.
Lanjut Mohammad Idris dalam kampayenya mengatakan,jangan gara-gara Pilkada,jangan karena Politik Praktis ini merusak Persaudaraan kita.Persaudaraan nomor satu (1),Pilkada nomor dua (2).Tetap ber-Masker,jaga jarak dan jangan kerumunan semua ini kita lakukan karena kondisi dan suasana covid-19 sedang ada Pilkada.Kesehatan nomor 1,Pilkada nomor 2,tuturnya.
Calon Walikota Mohammad Idris pada Pilkada Depok 2020 ini,berpasangan dengan Imam Budi Hartono sebagai calon wakilnya,kembali mencalonkan dirinya di Pilkada Depok untuk Periode 2021-2026.
Dari sepuluh (10) Program yang dijanjikan,Ada berberapa Program yang menurutnya perlu kembali di tata dan di kembangkan lagi diantaranya,peningkatan insentif guru honorer dan RT/RW,Ponyandu/Posbindu,Wifi gratis (red: dianggarkan dua titik per RW) serta mewujudkan adanya dana lima milyar per-Kelurahan, lima ribu pengusaha/startup baru dan seribu Perempuan Pengusaha juga mewujudkan pusat olahraga dan UMKM.
Terkait pusat Olahraga dan UMKM yang dimaksud, Mohammad Idris mencontohkan,ada dimana lokasi pusat Olahraga dan Kulinernya Kecamatan Cilodong,ujarnya.
Ditambahkannya,pada misi yang di usungnya ingin mewujudkan masyarakat yang Religius Berbudaya,berbasiskan Kebhinekaan dan Ketahanan Keluarga,mewujudkan masyarakat yang guyub,ini kan budaya gotongroyong budaya sehat.
“Jadi begitu,budaya Kebhinekaan dan Ketahanan Keluarga jadi tetap RW Ramah Anak dan tetap terakomodir di sini,”tandasnya.(joh).






