Depok, harianlenteraindonesia.co.id
Pemberlakuan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ) di Kota Depok, rencananya akan dilaksanakan mulai Rabu (15/04/2020).
Hal ini,sesuai dengan rencana yang dicanangkan oleh Gubernur Jawabarat , selama 14 hari pemberlakukan PSBB di lima daerah yakni, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi (Bodebek).
Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan,pembentukan kampung siaga covid-19 sudah mencapai 98%.” Ketika kita kumandangkan pembentukan Kampung siaga dari 924 RW, sudah terbentuk sekitar 400-an,dari 400-an terus meningkat sekarang sudah mencapai 98%’,ungkapnya Senin (13/04/2020).
Mohammad Idris menuturkan,Kampung Siaga ini akan difungsikan sebagai sarana sosialisasi Covid-19, sterilisasi Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum). Serta mengaktifkan sistem keamanan warga, sistem informasi kesehatan warga dan lumbung pangan warga yang dilakukan secara swadaya,tuturnya.

Ditambahkannya,Kampung siaga juga dapat difungsikan untuk monitoring kasus terkonfirmasi positif, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang melakukan isolasi mandiri serta nantinya akan dilibatkan dalam distribusi logistik
Sebelumnya,pada Sabtu (11/04/2020) telah disampaikan beberapa kecamatan yang pembentukannya telah mencapai 100 persen. Antara lain, Kecamatan Cimanggis sudah terbentuk di 92 RW, Tapos 133 RW dan Cipayung 54 RW. Kemudian Beji sebanyak 75 RW, Limo 49 RW, Cinere 42 RW, Sawangan 85 RW dan Bojongsari 92 RW. Ada tiga kecamatan yang masih dalam tahap penyelesaian, pembentukan Kampung Siaga Covid-19.
Yaitu Kecamatan Sukmajaya, terbentuk di 117 RW dari total 125 RW atau mencapai 93,6 persen, Cilodong sebanyak 69 RW dari total 70 RW atau sekitar 98,6 persen, dan Pancoran Mas sebanyak 94 RW dari total 107 RW atau 87,8 persen.(joh)






