Ade Supriatna Anggota DPRD Depok : Penggusuran PKL Pertamina Ingin Jalur Hijau

DEPOK, harianlenteraindonesia.co.id

Pengosongan lahan oleh pihak Pertamina di maklumi oleh Ade Supriatna Anggota DPRD Kota Depok,sebab pemanfaatan lahan tersebut tanah diatas Pipa Gas memang aset Pertamina, mereka punya keinginan untuk jalur hijau jadi kita nggak bisa memaksakan hal ini,ungkap Ade,usai menghadiri acara Gerakan Milenial Indonesia (GMI) Kota Depok,Minggu (01/11/2020).

” kita cari titik lain yang penting, warga bisa melaksanakan usaha, karena keberadaan pedagang kan juga dibutuhkan oleh masyarakat.Pihak Pertamina ingin lokasi tersebut jalur hijau.Bagi pedagang yang mau mengkonversi usaha jadi pengusaha tanaman seperti misalnya yang di Juanda, mereka kan dapat berdagang tanaman hias,”tuturnya.

Lanjut Ade,paling tidak ke depan ada regulasi dalam bentuk Perwal dulu,baru kemudian di Perda kan.Hal ini di sampaikan nya terkait ada nya lahan-lahan tidak produktif yang seharus nya bisa di manfaatkan.Untuk tanaman bisa di sambungkanlah dengan Dinas Pertanian,mereka bisa jualan tanaman hijau,ya kita selesaikan lewat jalur hukum,tandasnya.

Di tempat terpisah,bu Nur yang tinggal di RT 03 RW 14 Sukatani, salah satu pedagang ayam grepek yang terkena pengosongan lahan oleh pihak Pertamina sangat menyesal kan hal ini terjadi.Alasannya,sebab di saat masa Pandemi semua nya serba sulit.

“Saya harus cari pinjaman mas untuk sewa tempat,kita udah ikutin prosedur. Nggak boleh gali,iya kita nggak gali.Air juga kita ngambil dari rumah, masak iya kita juga namanya pedagang ini kan kita tahu diri lah sudah kita berusaha di situ,”ucapnya pilu.

Kemudian Nur menceritakan kalau diri nya hanya bisa pasrah, walau pun peringatan yang di layangkan pihak Pertamina terkesan dadakan dan Ia pun membongkar sendiri bangunan tempat usaha nya.

“Sekarang kan kalau dibilang melanggar ya mungkin, karena memang bukan tanah kita. Dulu ada peringatan, selang semingguan, seminggu peringatan pertama, seminggu lagi peringatan kedua.Terus dua minggu berikutnya, peringatan ke-3 langsung, terus langsung dikasih waktu tanggal 8 Oktober 2020 sudah harus dikosongkan,”ujarnya.

Nur pedagang ayam grepek bersama para pedagang lainnya berada di bawah satu blok yang di kordinir oleh pak Pujo, di mana sepanjang jalur pipa gas alam Pertamina tersebut ada beberapa blok yang masing-masing blok berbeda pihak yang meng-koordinir nya./(joh).

Pos terkait