SMA Negeri 1 Depok Sekolah Maung Mulai Tahun Ajaran 2026/2027

Hu

Depok. harianlenteraindonesia.co.id  Kepala sekolsh SMA Negeri 1 Kota Depok, Dede Agus Suherman Sosialisasikan sekolah Maung. Sosialisasi adanya sekolah Maung menjadi Program Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk SMA/SMK.

Adapun kegiatan acara digelar bertempat di Aula SMP Negeri 2 Depok dan dihadiri oleh kepala sekolah , Orangtua SMP Negeri 2 Depok, perwakilan kecamatan serta kelurahan
, Rabu (20/05/26).

Sekolah Maung (Sekolah Manusia Unggul) merupakan Program Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk SMA/SMK dimana di Kota Depok SMA Negeri 1 menjadi pilihan.
Program Sekolah Maung akan dimulai di Tahun Ajaran 2026/2027.

Kembali, Dede Agus Suherman mengatakan, kegiatan ini
memperkenalkan tentang Sekolah Maung dan apa manfaat dari adanya Sekolah Maung.

Pada paparannya dikatakan, di Indonesia ada 12 Sekolah Garuda, oleh karena itu Gubernur Jawa Barat menilai untuk Jawa Barat harus ada sekolah-sekolah unggulan. Dari hal tersebut maka dibuat Sekolah Maung (Manusia Unggul).

Ada perbedaannya sekolah Maung dengan sekolah reguler, baik dalam cara penerimaan siswa dan kegiatan kurikulumnya, jelasnya.

Disampaikan, sekolah Maung bukan berarti membangun sekolah baru. Program ini fokus pada penguatan sekolah negeri yang dinilai memiliki potensi besar dalam pembinaan siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Pola seleksi penerimaannya pun berbeda dari jalur reguler biasa.

Pada penerimaan sekolah reguler, masih sama dengan tahun-tahun yang lalu sedangkan untuk Sekolah Maung berbeda penerimaannya dan harus memenuhi tiga (3) kriteria kompetensi, yaitu Prestasi, Akademik, Non Akademik dan CBI (Cerdas Berbakat Istimewa) serta tidak ada lagi yang namanya domisili.

Masih Dede, Menurut Gubernur
Sosialisasi Sekolah Maung adalah manusia yang unggul. Manusia yang cerdas, berbakat istimewa, ada prestasi rapor, prestasi akademik dan non akademik. Nantinya, sekolah Maung di Kota Depok ada 10 Kelas dan per kelasnya hanya 20 siswa, total ada 200 siswa yang sudah benar-benar terseleksi dengan baik, katanya.

Diharapkan, sekolah unggulan
ada disetiap kabupaten/kota. Sekolah Maung ditujukan untuk mendongkrak prestasi namun demikian sekolah reguler juga harus berprestasi. Di Kota Depok cikal bakal sekolah Maung ada di SMA Negeri 1, jelas Dede.

Masih dilokasi acara, Sumarno,
kepala sekolah (Kasek) SMP Negeri 2 Depok menyambut baik adanya sekolah Maung. Dikatakan, sosialisasi sekolah Maung ini merupakan inisiatif SMP Negeri 2 Depok dengan mengundang kepala sekolah SMA Negeri 1.

Pada prinsipnya, sekolah Maung merupakan sekolah unggulan yang esensinya mencetak sebuah sarana untuk menampung anak-anak yang memikiki potensi lebih, sehingga bakat dan minatnya bisa tersalurkan secara proposional.

Pihaknya dari SMP Negeri 2 Depok berinisiatif mengundang narasumber secara langsung agar para orangtua nanti bisa memberi kebijakan terhadap kelanjutannya kepada anak serta konsekwensi memilih sekolah Maung dengan sekolah reguler, ujar Sumarno.

Adanya sekolah Maung untuk siswa SMP Negeri 2 Depok ini merupakan kesempatan untuk anak-anak bersaing secara sehat. Menurutnya, persaingan dan kompetitor itu perlu untuk mengukur kemampun anak-anak dari SMP Negeri Depok.

Sumarno menambahkan,
pendidikan bila tidak ada sekolah unggulan, maka makna kompetitor persaingan itu tidak ada wadahnya, tetapi dengan adanya sekolah Maung diharapkan menjadi cikal bakal memupuk kemampuan anak yang memiliki kelebihan sehingga kompetisi anak itu bisa terukur, tandasnya.

Masyarakat Kota Depok yang ingin mendaftarkan anaknya di sekolah Maung dapat melalui Channel resmi yang dilakukan secara online melalui aplikasi Sekolah Manusia Unggul (Maung) https://maung.spmb.jabarprov.go.id dan menggunakan akun yang diberikan kepada calon murid melalui operator dapodik sekolah asal.(*/joh).

Pos terkait