BANYUWANGI, harianlenteraindonesia.co.id
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Banyuwangi mulai mengonsolidasikan langkah. Melalui rapat koordinasi (rakor) yang digelar secara daring, Kamis (21/5/2026) malam, DMI mengajak seluruh elemen masjid memperkuat sinergi demi pelaksanaan ibadah qurban dan UKIM 2026 yang tertib, aman, serta berdampak luas bagi masyarakat. Diikuti langsung oleh perwakilan pengurus DMI kecamatan, takmir masjid, panitia qurban, hingga berbagai unsur terkait.
Pada rakor yang bertema “Siap Mensukseskan Idul Qurban dan UKIM 2026/1447 H” ini drh. Nanang Sugiharto dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi di dapuk sebagai narasumber utama. Nanang secara langsung dalam arahannnya menyampaikan aspek-aspek penting yang menjadi teknis penyembelihan hewan qurban hingga aspek penanganan jerohan dan penanganan limbah.
Materi ini dinilai penting di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap kesehatan dan kelayakan hewan qurban.
“Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memang memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Pemeriksaan kesehatan hingga vaksinasi PMK terus digencarkan agar hewan qurban yang beredar di masyarakat benar-benar aman dan sehat,” ungkap Nanang.
Agenda rakor tidak hanya membahas teknis penyembelihan hewan qurban, tetapi juga penguatan peran masjid dalam pelayanan umat. Mulai dari sosialisasi tata cara penyembelihan hewan qurban yang sesuai syariat dan kesehatan hewan, progres persiapan UKIM 2026, hingga sesi diskusi dan tanya jawab yang tidak boleh ditinggal.
Ketua PD DMI Banyuwangi H Fathur Rahman menegaskan bahwa momentum Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan. Lebih dari itu, qurban menjadi simbol solidaritas sosial, kepedulian, dan penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Melalui sinergi, koordinasi, dan kebersamaan, mari kita kuatkan peran masjid dalam melayani umat dan mewujudkan Idul Qurban serta UKIM 2026/1447 H yang lebih baik, tertib, dan berdampak luas,” ajaknya saat sambutan kegiatan.
Langkah DMI Banyuwangi ini dinilai sejalan dengan semangat menjadikan masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat solusi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dalam berbagai forum sebelumnya, PD DMI Banyuwangi berulang kali menegaskan pentingnya penguatan fungsi masjid agar tetap relevan menghadapi tantangan zaman. 
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris PD DMI Banyuwangi H. Andi Mikoyanto, yang sebelumnya juga menekankan bahwa masjid harus mampu menjadi ruang kolaborasi umat. Tidak berhenti pada kegiatan ritual, melainkan turut aktif dalam pendidikan, sosial, ekonomi, hingga penguatan karakter masyarakat. Memakmurkan masjid, melayani umat, merawat persatuan,” menjadi pesan yang ditonjolkan dalam publikasi kegiatan tersebut.
Tidak hanya itu, kata Andi, DMI Banyuwangi juga menekankan sejumlah nilai organisasi yang ingin terus diperkuat, seperti amanah, profesional, transparan, akuntabel, serta semangat bersinergi dan berkolaborasi.
“Kami memandang rakor ini menjadi langkah awal untuk memastikan pelaksanaan Idul Adha 2026 di Banyuwangi berjalan lebih terkoordinasi. Terlebih, aktivitas qurban melibatkan banyak pihak, mulai panitia masjid, peternak, tenaga kesehatan hewan, hingga masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.
“Dengan konsolidasi lebih awal, DMI Banyuwangi berharap pelaksanaan qurban tahun ini tidak hanya lancar secara teknis, tetapi juga memberi dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat,” sambung Andi menutup keterangannya.
Di tengah tantangan zaman dan dinamika sosial yang terus berubah, Banyuwangi tampaknya ingin menunjukkan satu pesan sederhana: masjid harus tetap hidup, hadir, dan menjadi titik temu pelayanan umat.
Penulis: Aji





