Banyuwangi –harianlenteraindonesia.co.id Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi lintas sektor penguatan kinerja prioritas kesehatan dengan fokus pada evaluasi pemeriksaan atau Cek Kesehatan Gratis (VLG), penguatan kebijakan imunisasi 2026, serta percepatan penanggulangan TBC 2025-2026.
Pada program CKG tahun 2025, tercatat 719.932 pendaftar dengan tingkat kehadiran mencapai 702.505 orang atau 97,58 persen, serta partisipasi 100 persen dari 45 puskesmas.
Meski capaian kuantitatif tinggi, rapat menyoroti ketimpangan wilayah dan temuan kesehatan utama seperti resiko hipertensi sekitar 20 persen, gangguan gula darah 13 persen, serta rendahnya aktivitas fisik yang mencapai 92 persen.
Kedepan, CKG akan diintegrasikan ke dalam layanan primer, mengaktifkan posyandu dewasa dan la6, serta menargetkan 90 persen rujukan tuntas.
Dalam bidang imunisasi, Banyuwangi mengagetkan cakupan minimal 95 persen guna mencapai herd immunity serta zero dose 0 persen pada 2026.
Pelaksanaan kebijakan dilakukan secara edukatif dan humanis dengan melibatkan camat, kepala desa, puskesmas, sekolah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, dan tokoh agama.
Strategi teknis mencakup microplanning berbasis data, sweeping imunisasi kejar, integrasi lintas sistem layanan anak, serta penguatan komunikasi publik melalui media lokal dan forum desa untuk menangkal hoaks secara cepat dan faktual.
Sementara itu, dalam penanggulangan TBC tahun 2025 ditemukan 26.946 terduga TBC dengan 3.034 kasus terkonfirmasi dan angka keberhasilan pengobatan 87,7 persen, namun masih tercatat 93 kematian tantangan utama meliputi kesenjangan diagnosis, pasien putus berobat, stigma, serta koordinasi layanan yang belum optimal.
Untuk itu, disepakati percepatan jaminan kesehatan bagi pasien TBC resisten obat, penguatan investasi kontak dan terapi pencegahan, optimalisasi kolaborasi fasilitas kesehatan, serta strategi jemput bola pemeriksaan dahak sebagai langkah konkret percepatan eliminasi TBC di Banyuwangi.
Penulis: Aji





