Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, telah mengintruksikan seluruh dinas terkait, Puskesmas, kecamatan, hingga pemerintah desa mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan pasar takjil di berbagai wilayah. Termasuk salah satunya memantau keamanan makanan di pasar-pasar takjil Ramadan.
Seluruh Puskesmas di Banyuwangi dan Labkesda aktif memeriksa makanan yang ada di Pasar Takjil, untuk memastikan produk makanan yang dijual bebas dari bahan berbahaya, sehingga aman dikonsumsi masyarakat.
“Ini sudah menjadi SOP. Kami telah instruksikan, seluruh Puskesmas untuk rutin memeriksa makanan yang ada di Pasar Takjil di wilayah kerja masing-masing. Ini agar makanan dan minuman yang dijual di Pasar Takjil aman dari bahan-bahan berbahaya,” kata Ipuk, saat belanja di Pasar Takjil, Kecamatan Purwoharjo, Jumat sore (27/2/2026).
Total saat ini terdapat 60 titik pasar takjil Ramadan yang tersebar di seluruh kecamatan se-Banyuwangi, yang melibatkan sekitar 2.245 pedagang.
Ipuk mengimbau pelaku kuliner hanya menggunakan bahan baku yang aman dan sehat.
“Kalau produk yang dijual enak dan menyehatkan, pasti konsumen akan loyal dan akan datang untuk membeli kembali. Tentu ini membantu usaha mereka langgeng,” tambah Ipuk.
Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat menegaskan, menghimbau kepada pedagang lima prinsip jajanan sehat Ramadhan dapat diikuti.
Berikut penjelasan Kadinkes Amir; setiap takjil harus aman, bebas bahan berbahaya, sehat, tidak berlebihan gula, garam, dan lemak. Bergizi, mengandung unsur gizi seimbang. Lokal, mengutamakan bahan pangan Banyuwangi, serta bersih, disajikan dalam kondisi tertutup. Di olah secara higienis dan terhindar dari pencemaran.
“Pedagang juga diingatkan bahwa makanan siap saji sebaiknya dikonsumsi maksimal empat jam setelah matang jika disimpan pada suhu ruang, guna mencegah pertumbuhan bakteri,” tegasnya.
Seperti yang dilakukan tim laboratorium puskesmas Purwoharjo, Tim yang terdiri atas tenaga ahli gizi, analis kesehatan, serta petugas promosi kesehatan tersebut tampak sibuk menguji sampel produk makanan yang diambil secara acak dari sejumlah pelapak di pasar takjil Ramadhan setempat. Seperti es sirup, mutiara, saos, cilok, dan banyak lainnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Purwoharjo, dr. Sri Istyantini mengatakan, hari ini tim sudah mengambil 10 sampel makanan/minuman dan langsung diuji di lokasi.
Tim ini secara teliti menguji satu per satu sampel makanan yang telah dikumpulkan untuk memastikan makanan tersebut bebas dari bahan berbahaya. Seperti formalin, boraks dan rodamin B, sehingga layak dan aman dikonsumsi.
“Apabila ditemukan bahan berbahaya pada sampel makanan, produk tersebut akan kami tarik, dan kami edukasi kepada pedagang terkait agar menggunakan bahan pangan yang aman,” kata Sri. (*)
Jurnalis MLI: Aji





