“SMP N 2 Buduran “SIGAP” Bangun Sekolah Aman dan Nyaman

  • Whatsapp

Sidoarjo, harianlenteraindonesia.co.id

SMP N Negeri 2 Buduran,Sidoarjo dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak menggelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan serta Bullying di Sekolah dalam bingkai Program “Sigap” (Siap Gerak Anti Perundungan). Program ini menjadi langkah nyata sekolah dalam membangun budaya pendidikan yang berkeadilan, berkarakter, dan berkelanjutan bagi seluruh warga sekolah.

Dilingkungan SMP N 2 Buduran , Pada Kamis, 12 Februari 2026, pukul 10.00 WIB, bertempat di Laboratorium IPA SMP Negeri 2 Buduran. Sejak awal kegiatan, suasana terasa hangat, partisipatif, dan sarat kepedulian. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh perhatian, berdiskusi aktif, serta menunjukkan keseriusan untuk terlibat dalam upaya menciptakan sekolah yang bebas dari kekerasan dan perundungan.

Pelatihan ini menghadirkan Nara Sumber Ritz Noor W.A., S.Sos, Fasilitator Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sidoarjo, yang memiliki pengalaman luas dalam pendampingan, edukasi, dan advokasi isu perlindungan anak. Dengan pendekatan yang humanis, komunikatif, dan berbasis pengalaman lapangan, narasumber mampu menyampaikan materi secara membumi dan relevan dengan realitas yang dihadapi sekolah pada era saat ini.

Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka terdiri atas guru, orang tua atau Paguyuban wali murid, komite sekolah, murid, serta karyawan sekolah. Keterlibatan lintas unsur ini menjadi pesan kuat bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah bukan tanggung jawab satu pihak semata, melainkan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh warga sekolah yang harus dijalankan secara bersama-sama.

Program “Sigap” dirancang sebagai pelatihan dan pembinaan terpadu untuk mencegah serta menangani berbagai bentuk kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan kolaboratif, program ini melibatkan seluruh komponen sekolah secara terstruktur dan berkelanjutan, dengan tujuan utama membangun budaya aman yang berpihak pada kepentingan terbaik anak dalam jangka panjang.

Lebih jauh, program sigap bertujuan membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, ramah anak, dan berkeadilan, sekaligus memperkuat kapasitas warga sekolah. Guru, murid, dan orang tua dibekali pemahaman, kepekaan, serta keterampilan untuk mengenali tanda-tanda kekerasan, melakukan pencegahan sejak dini, hingga menangani kasus secara tepat, cepat, responsif, dan berperspektif perlindungan anak.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan berbagai bentuk kekerasan dan bullying yang sering terjadi di sekolah, baik fisik, verbal, sosial, maupun psikologis. Peserta diajak memahami bahwa kekerasan tidak selalu tampak secara kasat mata. Ejekan, pengucilan, tekanan emosional, hingga intimidasi sering kali dianggap sepele, padahal dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental, kepercayaan diri, prestasi belajar, serta perkembangan sosial murid.

Peserta juga diajak menyadari bahwa luka psikologis akibat perundungan dapat menetap dalam jangka panjang apabila tidak ditangani secara serius. Oleh karena itu, sekolah dan keluarga harus menjadi ruang aman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan mengekspresikan diri tanpa rasa takut, cemas, maupun tertekan.

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga membahas strategi pencegahan berbasis Sekolah Ramah Anak, penciptaan iklim kelas yang positif, penguatan komunikasi empatik, serta peran strategis guru dan orang tua dalam membangun rasa aman murid. Pendekatan dialogis dan suportif ditekankan sebagai kunci untuk menghargai suara serta pengalaman anak dalam proses pendidikan.

Narasumber turut memaparkan mekanisme penanganan awal dan pelaporan aman, agar korban maupun saksi tidak merasa takut atau terintimidasi. Aspek kerahasiaan, perlindungan korban, serta pendampingan berkelanjutan menjadi perhatian utama, dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan restoratif dalam penyelesaian setiap kasus kekerasan di sekolah.

Mengusung tema “SIGAP: Bergerak Bersama, Sekolah Aman untuk Semua”, program ini menegaskan bahwa perlindungan anak bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang menuntut keterlibatan aktif seluruh elemen sekolah secara konsisten dan berkesinambungan.

Program “Sigap” sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang menegaskan peran strategis kepala sekolah. Melalui Program “Sigap”, Kepala SMP Negeri 2 Buduran, Wenny Arie Puji Susanti,S.Pd,M.M.menggagas edukasi berkelanjutan, deteksi dini, respons cepat, serta kemitraan dengan orang tua dan pemangku kepentingan. Dalam sambutannya, sebagai penggerak budaya sekolah ramah anak juga mengajak para murid untuk rukun dengan teman, saling menghargai, dan bersama-sama menjaga sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi semua.Harapnya. (54M)

Pos terkait