Proyek Trotoar Miliaran Rupiah di Bandung Baru Satu Tahun Rusak, Kadis DSDABM Bungkam Saat Dikonfirmasi

 

Bandung _ hariamlenteraindonesia.co.id Proyek revitalisasi trotoar di salah satu ruas jalan terusan Jakarta Kota Bandung kembali disorot warga. Baru genap satu tahun selesai dikerjakan, kondisi trotoar kini sudah memprihatinkan, ambles, dan berlubang, membahayakan pejalan kaki.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik trotoar yang baru selesai direnovasi pada akhir tahun lalu, kini mengalami kerusakan. Keramik penutup jalur pemandu disabilitas (guiding block) banyak yang lepas, dan beton trotoar terlihat ambles di beberapa bagian.

Pejalan kaki yang tidak mau disebut namanya mengeluhkan cepatnya kerusakan trotoar tersebut. “Baru sebentar selesainya, belum ada setahun rasanya. Sekarang sudah banyak yang bolong, kalau jalan malam-malam bahaya buat pejalan kaki, apalagi kalau difabel,” ujarnya

Menindaklanjuti keluhan tersebut, awak media mencoba meminta klarifikasi dan konfirmasi tertulis kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung , instansi yang bertanggung jawab atas infrastruktur jalan dan trotoar melalui surat resmi yang dikirimkan ke kantor dinas pada tanggal 13 November 2025 .

Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas DSDABM Kota Bandung tidak memberikan jawaban maupun respon balik terkait surat konfirmasi tersebut.

Sikap bungkam dinas terkait menimbulkan pertanyaan di masyarakat mengenai transparansi dan akuntabilitas proyek infrastruktur senilai miliaran rupiah tersebut. Selain itu, diduga kuat adanya kelalaian dalam pengawasan pekerjaan maupun kualitas bahan material yang tidak sesuai standar.

Sementara itu proyek-proyek perbaikan infrastruktur di Bandung pada akhir tahun lalu sempat dikebut, bahkan di musim hujan, yang menurut pengamat konstruksi berpotensi menurunkan kualitas hasil pengerjaan.

Hingga saat ini, kondisi trotoar yang rusak masih belum terlihat tanda-tanda perbaikan, membuat pejalan kaki harus bertaruh keselamatan saat melintas.

Kondisi trotoar di sejumlah titik Kota Bandung kembali menjadi sorotan setelah banyak warga mengeluhkan jalur pejalan kaki yang rusak dan tidak rata, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas. Kerusakan ini terlihat jelas pada beberapa bagian trotoar yang ambles, lepas, dan berlubang, seperti yang tampak di kawasan pertokoan salah satu ruas jalan di Bandung, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat yang kerap melintasinya.

Kerusakan tersebut semakin terasa mengganggu karena permukaan trotoar tidak hanya retak, tetapi juga memiliki ubin yang terangkat dan tanah yang menganga di beberapa sisi, sehingga membuat pejalan kaki harus ekstra hati-hati ketika melintas agar tidak terpeleset atau tersandung. Selain itu, kondisi tersebut juga membuat beberapa orang terpaksa turun ke badan jalan untuk mencari jalur yang lebih rata, sehingga menambah risiko kecelakaan dan mengurangi kenyamanan publik.

Situasi ini semakin memprihatinkan karena area yang rusak berada di lokasi yang cukup ramai, di mana mobil dan kendaraan lain kerap melintas dan memadati kawasan tersebut, sehingga membuat pejalan kaki tidak memiliki ruang aman untuk berjalan. Tidak sedikit warga yang mengaku kesulitan melewati area tersebut, terutama saat hujan turun ketika lubang dan permukaan tanah semakin licin dan tertutup genangan air.

Keluhan warga pun mulai bermunculan, di mana banyak dari mereka mempertanyakan respons pemerintah kota terhadap kondisi trotoar yang dibiarkan rusak cukup lama tanpa perbaikan signifikan. Beberapa pedagang sekitar bahkan menyebutkan bahwa kerusakan tersebut sudah terlihat berbulan-bulan, tetapi belum mendapatkan penanganan yang memadai meski kondisi menjadi semakin parah.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan trotoar di lokasi tersebut, meskipun masyarakat berharap pemerintah kota dapat segera bergerak cepat mengingat trotoar merupakan fasilitas publik yang seharusnya memberikan rasa aman serta nyaman bagi para pejalan kaki. Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan, warga berharap agar perbaikan infrastruktur dapat segera dilakukan demi menciptakan kota Bandung yang lebih ramah bagi pejalan kaki.

“Robert Simamora”

Pos terkait