Banyuwangi –harianlenteraindonesia.co.id Dinas Kesehatan Banyuwangi bersama dengan Kemenkes RI dan Clinton Health Access Initiative (CHAI) melaksanakan kegiatan pertemuan monitoring evaluasi implementasi stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) program Assistive Technology (AT) di Kabupaten Banyuwangi, Kamis (8/5/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, SKM., M.Si., bertempat di Hotel Kokoon.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB, BPJS Kesehatan, RSUD Genteng, RSUD Blambangan, dan 45 orang penanggungjawab program KIA di puskesmas seluruh Kabupaten Banyuwangi.
Plt. Kadinkes Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan bahwa Pemkab Banyuwangi melalui program kesehatan dan pendidikan terus berupaya meningkatkan deteksi dini gangguan tumbuh kembang.
“Melalui workshop ini, diharapkan menguatkan kompetensi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan SDIDTK di posyandu dan puskesmas. Sehingga program inklusi yang saat ini telah berjalan lebih komprehensif, dan semakin optimal dalam memberikan pelayanan tumbuh kembang anak yang berkualitas,” ujarnya.
Penulis: Aji






