Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali mengundang Direktur Rumah Sakit (RS), Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dokter Spesialis anak, Organisasi profesi dan kepala puskesmas se-kabupaten Banyuwangi, Rabu (24/4/2024).
Dalam pertemuan tersebut untuk melaporkan dan mengevaluasi kinerja dan peran serta dalam pembangunan kesehatan di Banyuwangi.
Dalam pertemuan ini, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menyampaikan beberapa laporan terkait kesehatan.

Amir mengatakan, usia hidup yang meningkat dan peran dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta dokter spesialis anak yang sudah mengampu puskesmas masih perlu dioptimalkan kembali untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Sementara itu, Bupati Ipuk dalam arahannya mengatakan, perlu peningkatan dalam kolaborasi dan sinergi serta inovasi-inovasi yang dapat digunakan untuk mendorong derajat kesehatan khususnya bagi masyarakat Banyuwangi.
“Perawatan terhadap alat-alat kesehatan yang sudah dialokasikan juga perlu diperhatikan baik itu di rumah sakit atau di puskesmas.
Selain itu, ujar Ipuk, meningkatnya kasus DBD di wilayah Banyuwangi juga perlu menjadi atensi bagi seluruh masyarakat untuk segera dan selalu melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri agar penyakit atau pengembangbiakan nyamuk dapat dicegah segera mungkin.
Penulis: Aji






