Renja DPMPTSP Namanya Penanaman Modal Sering Terlupakan

Mangnguluang Mansyur, kepala DPMPTSP Kota Depok.

 

Depok, harianlenteraindonesia.co.id

Namanya penanaman modal sering terlupakan. Mangnguluang Mansur, kepala DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu) berharap, pada harapan kedepannya Investasi di Kota Depok bisa lebih baik lagi.

Renja (Rencana kerja) DPMPTSP pada
Program kegiatan dan sub kegiatan mengarah pada target, “Depok Invesment Forum. “Hal ini sebagai langkah untuk meningkatkan investasi di Kota Depok dengan berkomitmen untuk meningkatkan realisasi investasi, jelas Mangnguluang Mansur, Senin (20/2/24).

Dalam paparannya Mangnguluang Mansur mengatakan, Renja DPMPTSP Tahun Anggaran 2025, target “Depok Invesment Forum” untuk Meningkatkan Realisasi Investasi.Acara di gelar bertempat di gedung Balatkop (Balai Pelatihan Koperasi),Sukmajaya, Kota Depok.

Lanjut Mangnguluang, selain Si-MPOK
(Sistem Informasi Manajemen Pengendalian Operasional Kegiatan) untuk optimalisasi penyelenggaraan pelayanan perijinan, pihakya sudah mempunyai Mal Pelayanan Publik (MPP) bertempat di Balaikota.

Sesuai amanat Pemerintah Pusat Perpres 89 Tahun 2021 dimana setiap Pemerintah Kabupaten/ Kota, wajib memiliki Mal Pelayanan Publik dan sudah soft launching,ujarnya.

Masih dalam paparannya, Renja tahun 2025 DPMPTSP memiliki 6 Program yaitu,
1.Program penunjang urusan
Pemerintah Daerah,
2.Pengembangan iklim penanaman
modal,
3.Program promosi dan penanaman
modal,
4.Program pelayanan dan penanaman
modal,
5.Program pengendalian pelaksanaan
penanaman modal,
6.Pengelolaan data sistem informasi
penanaman modal dengan 10
kegiatan dan 24 sub kegiatan.

Sesuai dengan tema , “Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan daya saing daerah menuju kota Depok yang maju, berbudaya dan sejahtera.”

Mangnguluang mengakui, pelayanan di MPP sudah berjalan,namun belum maksimal disebabkan adanya beberapa instansi vertikal BUMN dan BUMD yang sedang menyempurnakan pelayanan yang ada.Disebut Imigrasi, untuk pelayanan tersebut diperlukan peralatan-peralatan khusus dan ini masih tahap penyediaan.

Dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan daya saing daerah DPMPTSP akan tetap meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang modern dan partisipatif, tandasnya.

Tampak hadir sebagai narasumber Dadang Wihana, kepala Bappeda Kota Depok.

Untuk diketahui, Walikota Depok Mohammad Idris membuka acara Depok Investment Forum (DIF) 2023, di inisiasi oleh DPMPTSP Kota Depok pada tanggal 23 September 2023 di Ballroom Hotel Savero Depok.

DIF merupakan Forum Investasi, bertujuan untuk meningkatkan nilai investasi dan menarik investor melalui peluang yang dimiliki Kota Depok.

Sedangkan Si-MPOK adalah sebuah sistem informasi berbasis website yang memudahkan untuk manajemen pengendalian operasional kegiatan pembangunan daerah dengan tujuan, tersedianya informasi pengendalian operasi kegiatan yang cepat, mudah, akurat serta up-to-date.(joh).

Pos terkait