Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Konsumsi obat tradisional yang semakin luas dan banyak dimanfaatkan dalam tindakan perawatan mandiri untuk kesehatan tubuh dan menjaga imunitas menjadi peluang bagi oknum yang tidak bertanggungjawab dalam penggunaan Bahan Kimia Obat (BKO).
Oleh karena itu pada Kamis 7 Desember 2023 Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi bekerjasama dengan BPOM Pusat menggelar sosialisasi kewaspadaan dan bimbingan teknis pembangunan Start Up UMKM obat tradisional mengandung bahan kimia obat.
Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Cegah Tangkal (BPOM Pusat), Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional Suplemen Kesehatan dan Kosmetik (BPOM Pusat), Kepala Balai POM Kabupaten Jember, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Kepala Bidang Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi, Ketua PC IAI Kabupaten Banyuwangi, Apoteker di 14 Puskesmas, dan Petugas Promkes dari 45 Puskesmas se-Kabupaten Banyuwangi.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, adanya upaya dan langkah jitu yang perlu dilakukan sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat dan memberikan pemahaman perbedaan obat tradisional yang mengandung BKO dengan obat tradisional yang aman serta resiko menggunakan obat tradisional yang mengandung BKO.
Selain itu, lanjut Amir, menggalakan produksi bahan baku herbal dan tumbuhnya UMKM obat tradisional dapat mendirikan dorongan pelestarian warisan bangsa melalui obat tradisional yang aman, bermanfaat dan tanpa BKO,” ujar Amir.
Kerjasama antar lintas sektor, tokoh masyarakat, dan komunitas perlu diupayakan sebaik mungkin untuk menjangkau lebih luas lagi pemahaman kewaspadaan terhadap penggunaan obat tradisional tanpa BKO,” pungkasnya.
Penulis: Aji






