Antisipasi Banjir, DPU Pengairan Banyuwangi Genjot Normalisasi Sungai Kali Lo

Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur terus menggenjot normalisasi sungai Kali Lo sebagai salah satu upaya mengantisipasi bencana banjir di wilayah kota Banyuwangi.

Kepala Dinas DPU Pengairan Banyuwangi, Ir. Guntur Priambodo mengatakan, normalisasi sungai ini untuk memperbaiki dan mengembalikan fungsi, sehingga bisa menampung air yang lebih besar. Normalisasi Kali Lo per Kamis lalu telah mengangkat 18.000 meter kubik sedimen.

“Meningkatnya kapasitas tampungan sungai diharapkan perkampungan di perkotaan yang biasanya kena imbas luapan air bisa bebas banjir,” ujarnya.

Kata dia, normalisasi Kali Lo dibagi dalam tiga segmen. Dua segmen diantaranya telah dikerjakan. Dengan digali hingga 2 meter, kapasitas debit air yang tertampung bisa mencapai 600 m3/detik.

“Selain normalisasi, juga dipasang pintu klep di saluran-saluran air di sepanjang sungai yang terhubung dengan kawasan pemukiman,” katanya.

Lanjutnya, ini perlu kita pasang, agar kalau air meningkat volumenya tidak masuk ke saluran yang mengarah ke pemukiman warga. Masalah ini seringkali menjadi penyebab cepat masuknya air ke rumah-rumah warga saat air sungai mulai tinggi.

Ia mengatakan, dalam proses normalisasi juga melakukan langkah-langkah lainnya. Seperti menjebol check dam untuk melancarkan jalannya air. Kami juga akan pasang pompa air di pemukiman warga yang kerap terimbas banjir. Kami pasang permanen, jadi penanganannya bisa lebih cepat.

Guntur, sapaan akrabnya, menambahkan, untuk mencegah erosi dan longsor di pinggir-pinggir sungai, kami Pemkab Banyuwangi juga terus melakukan pembuatan Bronjong dan tanggul.

“Ada 16 titik yang kami pasangi Bronjong. Sudah selesai sebagian besar, termasuk yang di Sobo,” tuturnya.

“Pengantigan yang kemarin ada longsor, bronjongnya juga hampir selesai. Peninggian tanggul di kawasan perkampungan juga sudah kita lakukan,” imbuhnya.

“Di kawasan hulu, terus dimasifkan penanaman tanaman keras yang lebih banyak menyerap air,” pungkas Guntur.

Pos terkait