Malang, harianlenteraindonesia.co.id
Keberadaan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang ada di 33 Kecamatan Malang diakui Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang ada 7 unit yang beberapa waktu lalu mengalami kerusakan yang berimbas pada kurang maksimalnya pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan.
Menurut Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang, Harry Setia Budi, ada 7 unit mesin ADM pada tahun 2022 kemaren mengalami kerusakan, namun saat ini telah selesai.
“Pada anggaran Perubahan Anggaran Keuangan tahun 2022 kemaren kita mendapatkan anggaran untuk melakukan service 7 ADM tersebut, dan saat telah selesai dan sudah berfungsi normal,” terang Harry saat ditemui awak media Selasa (10/1/2023).
Harry menambahkan, kerusakan pada 7 unit ADM tersebut bermacam macam, mulai kerusakan layar, mainboard, aplikasi dan power suplai, pihaknya juga memerintahkan teknisi untuk mengecek kerusakannya semua.
“Dan sejak bulan Januari ini semuanya sudah bisa dipakai kembali dan normal tanda ada kendala lagi, untuk kecamatan mana yang mengalami kerusakan ADM, kami lupa kecamatan mana saja, namun yang terpenting sekarang sudah berfungsi,” imbuh Harry.
Bahkan Harry mengakui ada beberapa Kecamatan yang belum memaksimalkan layanan Adminduk tersebut dikarekan tidak adanya anggaran untuk WiFi disetiap kecamatan yang berimbas pada mesin ADM.
“Sekarang ini Dinas Komunikasi dan Informatika yang menyediakan jaringan internet untuk seluruh kecamatan, dan bulan Januari karena tidak bayar dan tidak ada anggaran untuk jaringan WiFi semua kecamatan diputus jaringannya, otomatis berpengaruh pada layanan Adminduk yang ada di kecamatan termasuk layanan ADM,” beber Harry.
Jadi selama jaringan WiFi tidak ada di Kecamatan menjadi kendala tersendiri bagi operator Adminduk yang ada di kecamatan tersebut, “Karena kami semuanya menggunakan jaringan internet, jadi itu juga kendala bagi teman teman kami yang ada di kecamatan. Saat ini sudah ada 14 kecamatan memakai anggaran sendiri untuk pasang jaringan internet, ketika Diskominfo putus mereka (14 kecamatan) tetap jalan jaringannya,” tandasnya.
Saat ini masih ada 19 kecamatan mengalami kendala putus jaringan internet, dan Masalah jaringan semua adalah kewenangan Diskominfo, Dispendukcapil menyediakan alat dan operator layanan.
“Untuk 19 kecamatan mana yang terputus, coba ditanyakan ke Diskominfo, berbicara tentang data jaringan semuanya ada di Diskominfo,” pungkas Harry Setia Budi.






