Ngawi, harianlenteraindonesia.co.id
Sinergitas Pengelolaan Sumberdaya Genetik ( SDG) hewan / tanaman yang mempunyai tujuan untuk pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi, kini digalakkan dan merupakan inovasi yang jitu dari Desa Klitik Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, dibawah bimbingan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ngawi.
Kelompok Tani “Mitra Tani” di Desa Klitik dibentuk November 2020, dengan dasar kesamaan kepentingan, kondisi kerja sosial, ekonomi dan sumberdaya, demi meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Agar tanah tidak kekurangan nutrisi maka perlu menggunakan pupuk yang alami dan ramah lingkungan.

Suprapti Kades Klitik mengatakan “Pupuk padat dan pupuk cair mengambil bahan dari sekitar kita atau bisa disebut memanfaatkan yang ada dilingkungan. Untuk pupuk yang padat dari kotoran hewan ( sapi, kambing), sampah limbah padi ( jerami), sampah organik dapur. Untuk pupuk yang cair dari air cucian beras ( leri) dan bonggol buah pisang yang tak terpakai,” saat ditemui media di Kantor Desa Klitik.

Komunitas Petani ramah kingkungan Desa Klitik ini menunjuk Sukanto sebagai Ketua Kelompok Tani yang beranggotakan 35 Orang “Mitra Tani”. Sudah beberapa kali Kelompok Tani disini mendapat bimtek baik cara pembuatan pupuk maupun penyusunan doksistu dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, yang dipandegani Amirudin. Setelah dipraktekkan di lapangan hasilya cukup memuaskan. Tanaman padi subur dan bagus, begitu juga tanaman cabe, tomat, terong dan lain – lain. Semoga dengan pupuk yang ramah lingkungan ini tentu akan memperingan biaya produksi petani dan lingkungan menjadi subur dan ekonomi petani rakyat Klitik maju serta sejahtera, tuturnya,”.






