Inovasi Desa Dadi Dalam Rangka Pemberdayaan Karang Taruna “Kusuma Nagari”

H Sarmin Kepala Desa Dadi Kecamatan Plaosan Kab Magetan

 

Magetan, harianlenteraindonesia.co.id

Sesuatu yang baru biasanya menimbulkan pro dan kontra adalah sesuatu yang wajar, apalagi bagi pihak luar yang kurang memahami konteks permasalahan sesungguhnya. Hal ini juga terjadi dengan desa Dadi Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan yang yang sedang berusaha membangkitkan semangat generasi muda desa dengan memberikan pengelolaan lahan tidur yang merupakan tanah kas desa (TKD).

Lokasi TKD ini semula merupakan lahan yang di tanami jambu mete pada tahun 1975 ,jambu mete ini ternyata kurang memberikan hasil yang maksimal dan dibiarkan terbengkalai sejak lama. Oleh Karang Taruna Kusuma Nagari desa Dadi pada awal tahun 2021 ini meminta ijin untuk mengelola lahan tersebut. Dan oleh pemerintah desa Dadi diijinkan agar ditanami buah jeruk batu 55 dan apel.

Seperti yang diutarakan H Sarmin Kepala Desa Dadi “Karang Taruna desa Dadi meminta ijin untuk mengelola lahan bekas lahan mete yang kurang produktif, dengan
luasan lahan atara 6000 m-7000 m,lahan tersebut akan ditanami buah apel dan jambu batu 55 yang juga diselingi cemara pecut. Sehingga selain produktif lahan akan menjadi lahan konservatif .karena cemara pecut bisa untuk menjaga Sumber air. “terangnya. Selasa (2/3/2021).

Lebih lanjut H Sarmin menjelaskan “Dulu sekitar tahun 1976 disekitar lahan tersebut merupakan jalan alternatif menuju sarangan dan pernah ada air terjun yang bersumber dari dari Sarangan. Dan bukan merupakan hal yang mustahil bila nanti air terjun itu nanti kita hidupkan lagi. “jelasnya.

Karang Taruna desa Dadi yang diketuai Kasun Sulistiyono ini rencananya akan menanam jeruk varietas batu 55 dan apel dengan 2 jenis apel yaitu apel merah dan hijau yang merupakan bantuan dari dinas TPHPKP kab Magetan. Apel ini mulai bisa berproduksi memerlukan waktu 6 bulan.

Sedangkan alasan mengapa dipilih Jeruk batu 55 karena dulu desa Dadi pernah menjadi proyek percontohan penanaman jeruk batu 55 dan berhasil. Dengan letak yang strategis yaitu tepat berada di jalur Plaosan Sarangan bukan tidak mungkin areal ini kedepannya bisa menjadi salah satu rujukan destinasi petik buah Apel yang ada di Magetan. Meskipun baru berproses semangat generasi muda Karang Taruna desa Dadi patut kita ancungi jempol.

Yang menarik lagi adalah semua kegiatan mulai dari pembersihan lahan dan perbaikan akses jalan menuju lokasi ini semua dikerjakan murni swadaya pemuda dan masyarakat yang ada di desa Dadi. (Jurnalis Beni Setyawan)

Pos terkait