Ngopi Bareng di Jackcottage Desa  Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Jawa Tengah

Jepara, harianlenteraindonesia.co.id

Dalam pertemuan antara PT. Trans Jepara Mandiri Ahmad Ibnu Soleh, yang akrab di sapa Watir sebagai direktur, didampingi oleh manajernya Sampurno dan Ketua DPC YKKI Ari Setiawan dengan awak lintas media,  Minggu 28/2/2021, berlangsung di Jackcottage Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, di kemas dalam acara Ngopi Bareng, untuk memberikan paparan pelaksanaan kerja Program Indonesia Terang khususnya di wilayah Kabupaten Jepara.

Program lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) akan dipasang di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang dilaksanakan oleh PT. Trans Jepara Mandiri, sebagai mitra PT. Imza Rizky Jaya (IRJ) dan YKKI sebagai mediator dari Program Indonesia Terang.

Program dijalankan oleh PT. Trans Jepara Mandiri, dengan menggandeng pelaksana atau pemborong  sejak 9 Mei 2019, yang mana pemasangan lampu PJUTS itu merupakan bagian dari Program Indonesia Terang yang digagas PT. IRJ.

Ketua DPC Yayasan Komunitas Kritis Indonesia (YKKI) Kabupaten Jepara Ari Setiawan, yang hadir dalam acara menjelaskan “ Program Indonesia Terang oleh YKKI dan PT. Imza Rizky Jaya menggandeng 14 mitra Asosiasi Kontraktor dan Konsultan Komunitas Kritis Indonesia Pancasilais (AK4IP) di seluruh wilayah Indonesia, untuk menyukseskan program ini,” jelasnya.

YKKI sendiri bersinergi untuk membantu mendistribusikan program ini di wilayah Kabupaten Jepara.

Program ini dalam pelaksanaannya terkendala karena :

1. Adanya Pandemi Covid-19, jadwal menjadi mundur, sejak Juli 2020, namun sesuai target 5 tahun program ini akan secepatnya di realisasikan.

2. Kualitas besi yang dipasok oleh produsen atau mitra pabrikan tidak sesuai spesifikasi dari PT. IRJ, sehingga terkendala (mundur) sesuai jadwal distribusi (reschedulling)

3. Pengadaan lampu Solar Cell secara impor dari China, terkendala baik shipping/pengapalan dan jadwal pengiriman tertunda, sehingga kapasitas barang tidak maksimal.

4. Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro juga mempengaruhi proses pengadaan dan pemasangan.

Kendala-kendala yang di sampaikan langsung dalam pertemuan, tentunya menjadi pertimbangan oleh pihak main kontraktor,  sub kontraktor, dan pelaksana lapangan, akan tetapi Trans Jepara Mandiri dengan tegas menyatakan tetap berkomitmen untuk merealisasikan Program Indonesia Terang, yang akan membantu pemerintah untuk menyediakan lampu penerang jalan umum bagi pemukiman dan desa di pedalaman.

Bahkan PT. Trans Jepara Mandiri, selama ini juga sudah membantu pelaksana lapangan baik dengan system kasbon dalam bentuk pembiayaan atau bahan material, seperti semen, pasir dan besi cor untuk patok pondasi dengan nilai 1 Milyar lebih, sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen suksesnya Program Indonesia Terang khususnya di wilayah Kabupaten Jepara.

Pondasi untuk tiang lampu di Kabupaten Jepara sendiri sudah terealisasi 1.000 titik dan berdasarkan informasi dari PT. Imza Rizky Jaya, akan di distribusikan tiang dan lampu sebanyak 100 unit sebagai uji coba.

Sedangkan untuk uji coba 100 unit saat ini ada 15 tiang dan lampu sudah menyala dengan terang, di beberapa wilayah desa baik di Kedung Cino, Sinanggul, Jambu Barat, Srobyong, Karang Gondang, Gajihan, Jeruk Wangi, Bondo, Kedung Leper dan Tempur.

Kemudian untuk bulan april 2021, berdasarkan informasi dari Jakarta akan dimulai pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia dengan skala besar.

Selanjutnya untuk menunjang percepatan pelaksanaan PT. Trans Jepara Mandiri mengagendakan pengadaan, untuk mecapai target 1 periode (90 hari = terpasang 100 unit).

Dalam proses pelaksanaan PT. Trans Jepara Mandiri, memperkerjakan pegawai yang mempunyai kompetensi dalam hal manajemen, administrasi dan mekanik elektrik dan teknik elektrik, dalam pemasangan lampu di setiap titik pemasangan.

Hingga saat ini sub kontraktor juga menyadari kondisi keterlambatan akibat problem eksternal salah satunya pandemi Covid-19. (Jurnalis John)

Pos terkait