Sidang Paripurna DPRD Kota Depok Pembahasan APBD TA 2027

 

Depok –harianlenteraindonesia.co.id 
Sidang Paripurna DPRD Kota Depok terkait pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027 digelar, bertempat di gedung DPRD Kota Depok yang dipimpin langsung ketua DPRD Ade Supriyatna, Senin (03/11/26).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok memberikan apresiasi penuh terhadap berbagai terobosan dan komitmen Pemerintah Kota Depok. Syang dipimpin oleh ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna bersama anggota dewan lainnya, menilai positif langkah-langkah strategis pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan APBD Tahun Anggaran 2027.

DPRD mencatat beberapa pos anggaran besar yang perlu dikawal ketat yaitu, pinjaman daerah untuk proyek Flyover Juanda yang nilainya mencapai Rp300 miliar. Lalu, tiga sektor vital, seperti penanganan sampah, kesehatan termasuk jaminan BPJS, dan pendidikan.

Pemerintah kota dinilai berhasil menyusun program kerja sama penanganan sampah dengan pihak ketiga yang diimbangi dengan target kinerja retribusi yang jelas, sekaligus menjaga porsi anggaran pendidikan agar tetap berada di atas 20% dari total APBD demi mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.

Melalui Rapat Paripurna ini, DPRD Kota Depok menyatakan siap terus mengawal berbagai program terobosan tersebut agar dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Dengan target persetujuan APBD pada Januari 2027, DPRD dan Pemkot Depok sepakat akan melakukan pembahasan intensif dalam waktu dekat agar APBD 2027 dapat disahkan tepat waktu dan berpihak pada masyarakat.

Usai sidang, ketua DPRD Kota Depok mengungkapkan,
apresiasinya atas komitmen yang disampaikan langsung Walikota.Pihaknya mengapresiasi komitmen Walikota yang mendeklarasikan tingkat persetujuan APBD bisa dicapai di Januari 2027 dan juga mengapresiasi proposal untuk kerjasama yang ditawarkan, kata Ade.

Sementara itu, Walikota Depok Supian mengatakan, adanya
Defisit anggaran sebesar Rp.600 miliar menegaskan komitmennya untuk menutup defisit tersebut dengan mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan skema pembiayaan lain agar APBD tetap sehat.

“Komitmen kami jelas, defisit sebesar Rp600 miliar ini akan kami penuhi dan kami tutup dengan berbagai sumber. Pasti APBD kita aman dan program prioritas tetap berjalan,” tandasnya.(joh).

Pos terkait