Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Lakukan Kunjungan serta Diskusi di PT. SWY Farm Indonesia

  • Whatsapp

 

Banyuwangi –harianlenteraindonesia.co.id  Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Kadispertapangan) Banyuwangi Ilham Juanda melakukan kunjungan kerja (kunker) dan diskusi ke PT. SWY Farm Indonesia, pengusaha perternak ayam skala menengah, Rabu (12/11/2025).

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 15 tahun 2021 usaha ternak ayam pedaging atau petelur terdiri dari skala mikro populasi kurang dari 5.000 ekor skala kecil, 5.001 – 50.000 ekor skala menengah, dan skala besar populasinya lebih 1 juta ekor.

Di Banyuwangi sendiri tercatat usaha peternakan ayam petelur kecil sejumlah 77 unit dan 12 unit skala menengah.

Salah satu peternakan menengah yaitu PT. SWY Farm yang berlokasi di desa Kepundungan, Kecamatan Srono, dengan populasi ayam 64.000 .

Menurut Direktur utama PT. SWY Farm Indonesia Muh. Ilham menjelaskan, direncanakan sampai dengan tahun 2027 populasi mencapai 320 ribu ekor yang dikelola dalam kandang.

“Setiap kandang ukuran 122 x 24 meter dihuni oleh 32 ribu ayam,” ujarnya.

“Dengan populasi 64 ribu ayam saat ini, produksi telur mencapai 1,7 ton perhari,” terangnya.

Plt. Kadispertapangan Ilham Juanda mengatakan, untuk distribusi hasil produksi PT. SWY saat ini masih melayani wilayah pasar domestik Banyuwangi.

“Secara keseluruhan dari usaha mikro, kecil dan menengah tercatat populasi ayam petelur di Banyuwangi mencapai 1.387.000 ekor,” kata Plt. Kadispertapangan Ilham.

“Dengan meningkatnya kontribusi dan investasi pihak swasta seperti PT. SWY Farm dalam memenuhi kebutuhan telur, diharapkan Banyuwangi dapat tumbuh menjadi daerah produsen telur di Jawa Timur,” harapannya.

Ilham Juanda menambahkan, saat ini daerah sentra produksi telur di Jatim yaitu Malang, Blitar dan Kediri, dengan total populasi ayam petelur mencapai 2 sampai 3 juta ekor.

Kebutuhan terhadap telur ayam sebagai sumber protein hewani tentu akan semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi penduduk.

Apalagi Presiden RI sedang menggencarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pastinya harus didukung oleh karbohidrat, protein, dan sumber nutrisi bergizi yang berkualitas.

Penulis: Aji

Pos terkait