Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Sebagai salah satu upaya penurunan angka stunting, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi melakukan rapat koordinasi (rakor) dan Persiapan Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) balita dan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) sumber anggaran BOK Puskesmas, Rabu (23/4/2025).
Kegiatan intervensi spesifik berupa pemberian makanan tambahan untuk balita bermasalah gizi dan ibu hamil KEK dalam bentuk makanan lokal siap saji. Bertempat di Aula dr Rashad Oesman Dinas Kesehatan.
Kegiatan rakor ini dihadirkan penanggungjawab program gizi dan bendahara BOK Puskesmas se Kabupaten Banyuwangi.
Pertemuan dikemas dalam diskusi interaktif dengan narasumber dari BPKAD, PBJ, dan Inspektorat.
Kepada media ini, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Amir Hidayat, Jumat (25/4), menjelaskan bahwa pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita penting untuk menunjang pertumbuhan fisik dan kognitif, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi risiko kejadian penyakit, dan menurunkan risiko kematian.
“Bagi Ibu Hamil KEK, PMT ini penting untuk mencukupi mencegah bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), mengurangi risiko cacat lahir, dan mencegah keguguran dan kematian janin,” terangnya.
“Harapan dan pertemuan ini puskesmas dalam melaksanakan kegiatan berdasarkan regulasi dan petunjuk teknis (juknis). Sehingga makanan tambahan yang disajikan terjaga kualitas nilai gizinya dan tepat sasaran,” pungkas Amir.
Penulis: Aji





