Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapang) Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan sosialisasi pemberdayaan masyarakat dalam penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal kepada 55 keluarga penerima manfaat di Desa Kampunganyar Kecamatan Glagah, Rabu (8/5/2024).
Kemiskinan adalah salah satu masalah yang menjadi perhatian global. Ribuan orang di seluruh dunia masih hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit, dengan akses terbatas terhadap sumberdaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama dalam hal pangan.
Menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), hampir 9 persen dari populasi dunia, atau sekitar 700 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan internasional, dengan pendapatan kurang dari $1,90 per hari.
Dalam upaya mengatasi masalah ini, salah satu aspek pemberdayaan yang semakin mendapatkan perhatian adalah penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal.
Kepala Dispertapang Banyuwangi Drs. H. Arief Setiawan melalui Sekretaris Dinas (Sekdin) Ilham Juanda menjelaskan, penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal adalah konsep yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sumberdaya lokal, seperti tanaman, hewan, dan teknik tradisional, untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.
“Hal ini tidak hanya mendukung keamanan pangan, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kerentanan terhadap perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan global,” terang Ilham.
Dalam kesempatan tersebut, selain pemberian pengetahuan juga diberikan stimulan bantuan paket pangan dengan harapan untuk tambahan gizi keluarga penerima manfaat dan pengetahuan yang didapat bisa untuk mengatasi kemiskinan secara mandiri.
Penulis: Aji






