Penyakit LSD atau Lato-lato pada Sapi Bisa Diobati dan Dikendalikan 

Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id

Lumpy Skin Disease (LSD) atau masyakarat lebih mengenal dengan istilah lato-lato disebabkan oleh virus Capripoxvirus yang menyerang lebih banyak pada ternak sapi.

Saat ini Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta) Kabupaten Banyuwangi intens melakukan kegiatan sosialisasi, vaksinasi dan pengobatan untuk mengeliminasi perluasan kasus LSD di Banyuwangi, Rabu (21/2/2024).

Gejala LSD yang muncul diantaranya:

– Timbul benjolan pada kulit.

– Benjolan yang dibiarkan akan menjadi luka.

– Demam tinggi.

– Pembengkakan pada kaki.

– Penurunan produksi susu.

Plt. Kadisperta Banyuwangi Ilham Juanda menjelaskan, penyakit LSD tingkat penyebaran tidak begitu cepat pada kasus penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan tingkat kematiannya juga rendah, sehingga diharap peternak tidak menganggap sebelah mata adanya kejadian penyakit ini.

“Upaya pencegahan yang harus dilakukan adalah pengendalian vektor perantara berupa lalat dan nyamuk,” terangnya.

Untuk itu, kata Ilham, diharapkan peternak selalu menjaga kebersihan kandang dan melakukan penyemprotan insektisida di sekitar wilayah kandang.

“Bagi peternak yang sudah tertular segera menghubungi petugas kesehatan hewan terdekat untuk dilakukan pengobatan,” tegasnya.

“Bagi ternak yang sehat dapat dilakukan vaksinasi LSD dan saat ini masih ada sekitar 500 dosis vaksin yang tersedia di Diserta dan akan mengajukan tambahan kembali ke pemerintah pusat,” pungkasnya.

Penulis: Aji

Pos terkait