Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Dalam rangka mendukung program dan inovasi, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengadakan gebyar diskon pupuk non subsidi yang berlokasi di Gudang Lini III – GPP Banyuwangi 4, Desa Singojuruh Kecamatan Singojuruh, Sabtu (3/2/2024).
Hadir dalam acara ini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Dwi Yanto, Direktur Operasi dan Produksi PT. Petrokimia Gresik, SVP Distribusi PIHC, pejabat Grade 1 dan 2 PT. Petrokimia Gresik Group, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Kadisperta) Ilham Juanda, Camat Singojuruh, kepala stasiun Singojuruh.
Bedasarkan Kepmentan Nomor 744 tahun 2023 tentang Penetapan alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun 2024, alokasi pupuk bersubsidi nasional ditetapkan, urea sebesar 2.711.428 ton, NPK sebesar 2.001.352 dan NPK formula khusus sebesar 19.739 ton.
Alokasi pupuk bersubsidi yang diterima oleh Kabupaten Banyuwangi (sesuai keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 763 tahun 2023 tentang alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2024) adalah urea sebanyak 25.948 ton atau sekitar 53 persen, dan NPK sebanyak 17.642 ton atau 29 persen dari e-RDKK.

Jadi alokasi pupuk subsidi yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memang sangat jauh berkurang dari kebutuhan pupuk petani.
Dalam upaya mencukupi kebutuhan pupuk bagi petani, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pertanian dan Pangan berinovasi dengan program-program unggulan sebagai berikut:
a. Optimisasi KPPP, dimana kegiatan ini memonitoring dan mengevaluasi penyaluran pupuk subsidi kepada petani, kios pengecer, dan distributor di 25 Kecamatan yang ada di Banyuwangi.
b. RUPA, yaitu Rumah Pupuk Alternatif yang memberikan percontohan penggunaan pupuk alternatif bagi petani.
c. Memberikan bantuan Pupuk Organik Cair (POC) untuk 25 Kecamatan yang merupakan program unggulan Bupati Banyuwangi.
d. Gebyar diskon pupuk non-subsidi, program ini merupakan program dari PT. Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk memenuhi kebutuhan pupuk yang berkualitas selain pupuk subsidi.
e. Diseminasi atau penyebarluasan bimbingan teknis penggunaan pupuk non-subsidi sistem pengecoran (kocor).
Plt. Kadisperta Ilham Juanda menjelaskan, pada gebyar diskon pupuk non subsidi ini, setiap petani hanya berhak untuk paket transaksi pupuk sejumlah 25 kg pupuk nitrea dan 25 kg Phonska plus dengan harga diskon 270.000. rupiah per 2 zak dari harga normal 450.000. per 2 zak.
“Kabupaten Banyuwangi mendapatkan sekitar 4000 kupon diskon yang tersebar di 13 Kecamatan, yaitu Singojuruh, Rogojampi, Songgon, Sempu, Blimbingsari, Kabat, Srono, Genteng, Cluring, Muncar, Tegalsari, Purwoharjo, Tegaldlimo, dan diutamakan untuk petani atau buruh tani yang tercantum dalam daftar UGD kemiskinan,” ujar Ilham.
Penulis: Aji






