Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Sirtanio Banyuwangi akan kembali merambah pasar ekspor produk beras organik ke sejumlah negara di Eropa.
Hadir dalam diskusi penjajakan awal ini yakni, Ketua P4S Sirtanio Banyuwangi Samanhudi, Founder dan Exekutive Chairperson Javara Helianti Hilman, dan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ilham Juanda, Rabu (4/1/2023).
Pada tahun 2019 P4S Sirtanio Banyuwangi mengekspor beras organik, khususnya beras merah ke sejumlah negara, yakni Tiongkok, Amerika Serikat, Australia, dan Italia. Dengan volume 5.6 Ton per bulan, dan kemudian terhenti akibat pandemi Covid-19.
Helianti Hilman yang dalam kesempatannya ke Banyuwangi untuk berwisata juga mengunjungi daerah-daerah yang mempunyai potensi agribisnis, salah satunya menjajaki kembali untuk ekspor beras organik dengan P4S Sirtanio Banyuwangi.
Samanhudi menyampaikan, bahwa permintaan beras organik Banyuwangi dari luar negeri saat ini sangat besar seiring dengan perubahan pola hidup manusia pasca Covid-19.
“Didukung dengan kapasitas produksi pabrik yang mampu memproduksi beras organik sebanyak 250 Ton perbulan, diharapkan memenuhi permintaan tersebut,” ujar Samanhudi.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ilham Juanda mengatakan, penjajakan ini membuktikan bahwa mutu dan kualitas beras organik Banyuwangi yang tetap terjaga dengan standar mutu dan kualitas Internasional.
“Sehingga petani mempunyai nilai tambah dan dapat harga lebih baik dibanding beras biasa,” pungkas Ilham.
Penulis: Aji






