INDRAMAYU, harianlenteraindonesia.co.id
Oknum Polisi Perairan (Polair) dari Mabes Polri, Bawah Kendali Operasi (BKO) Jawa Barat diduga lakukan pungutan liar (pungli) kepada pengusaha Transportir Bahan Bakar Minyak (BBM) solar industri di Pelabuhan Karangsong Kabupaten Indramayu.
Awalnya, melalui pesan singkat aplikasi whatsapp Oknum Sat Polair yang mengaku bernama IPTU F.S tersebut memperkenalkan diri kepada KP yang merupakan salah satu pengusaha transportir BBM solar industri di Pelabuhan Karangsong. Dalam perkenalan itu, F.S mengaku sebagai Komandan Kapal Albatros Sat Polair dari Mabes Polri, Bawah Kendali Operasi (BKO) Jawa Barat. Kemudian, dengan alasan sedang melakukan tindakan pengawasan di wilayah perairan pelabuhan karangsong, F.S meminta sejumlah uang kepada KP untuk biaya operasional kapal yang digunakannya.
Setelah itu, dengan menggunakan rekening pribadi KP mengirimkan sejumlah uang yang dipinta tersebut ke rekening atas nama F.J.S. Karena merasa kurang, kemudian F.S mengembalikan kembali sejumlah uang tersebut ke rekening KP melalui via transfer (M Banking) sembari menuliskan kalimat yang berbau ancaman dan mengirimkan bukti transferan uang senilai Rp.3 juta yang diterima oleh F.S dari pengusaha lain untuk dijadikan bahan perbandingan. Lalu, KP menawarkan uang senilai Rp.1 juta untuk biaya operasional yang dipinta oleh F.S.
Tak cukup sampai disitu saja, F.S kemudian meminta kembali kepada KP agar nominal uang yang dipintanya ditambah. Karena merasa tidak mampu untuk memenuhi permintaan F.S, KP hanya bisa mengucapkan permintaan maaf.
Saat dikonfirmasi melalui aplikasi whatsapp, Sabtu (29/1/2022), F.S justru malah memblokir.
Dengan adanya kejadian tersebut, awak media mendatangi Kantor Markas Komando (Mako) Polisi Perairan (Polair) Polres Indramayu guna memastikan apakah benar F.S sebagai anggota Polair dari Mabes Polri. Minggu (30/1/2022).
Salah satu anggota Polair yang kebetulan sedang piket mengatakan bahwa F.S benar anggota Polair dari Mabes Polri. Ditegaskannya pula bahwa kemarin F.S mampir ke Markas Komando guna kepentingan numpang ngeprint. “Benar, Pak F itu anggota Polair dari Mabes Polri. Kemarin juga mampir kesini, cuma numpang ngeprint saja. Karena kebetulan beliau sedang berada dirumah makan H.Okka.”Jelasnya.
Dikuatkan pula dari keterangan Kepala Satuan (Kasat) Polair Polres Indramayu, AKP Suprapto saat dihubungi melalui pesan singkat aplikasi whatsaap, membenarkan bahwa F.S adalah anggota Polair dari Mabes Polri. “Betul, Pak F anggota Polair dari Mabes Polri.”Tulisnya, Minggu (30/1/2022).
Sementara itu, (KP) selaku pengusaha transportir BBM solar industri di pelabuhan karangsong sekaligus tokoh pemuda, mengatakan “Kami melihat semakin ramainya pendistribusian solar di pelabuhan karangsong dan semakin marak pula preman-preman berseragam yang meminta-minta ke semua penyalur BBM solar industri dengan bahasa ada yang beli rokok, beli solar dan bantu buat oprasional. Jadi, saya sangat bingung untuk para preman berseragam tersebut di kala sedang bertugas apakah dari kantornya masing-masing itu tidak ada untuk operasionalnya atau gimana sehingga sampai minta-minta di lapangan, benar-benar sangat disayangkan sekali sampai terjadi seperti itu di lapangan.”Pungkasnya, Minggu (30/1/2022).
Sebagai Ketua Aliansi Peduli Wartawan Indonesia (APWI), Urip Triandri mengutuk keras tindakan pungli yang dilakukan oleh oknum Sat Polair Mabes Polri dalam bentuk apapun karena hal itu sangat merusak moral generasi bangsa. Hal tersebut sangatlah disayangkan dengan program PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan) yang dibuat oleh Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri).






