Ngawi, harianlenteraindonesia.co.id
Kita wajib bersyukur tinggal di Negeri agraris (pertanian) yang tanahnya subur makmur serta Masyarakatnya hidup berdampingan secara bergotong royong. Tanah persawahan yang subur tak lepas dari Bantuan Pemerintah yang berupa sumur yang dipuruntukkan untuk petani yaitu Hippa (Himpunan Petani Pemakai Air), agar petani hidupnya tambah sejahtera.
Penilaian Hippa se Provinsi Jawa Timur untuk Kabupaten Ngawi, bertempat di Kelompok Tempursari “HIPPA Tirto Kencono” Desa Begal Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, yang dipimpin Suparno. Penilaian difasilitasi sepenuhnya oleh Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Ngawi, yang dipimpin Indah Kusuma Wardani. Bappelitbang juga menggandeng dinas yang berkompeten yaitu Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Ngawi.

Tim penilai dari Provinsi Jatim dipandegani Mustaqim dari Universitas Akademis Dinas, Ratna Herawati SDA, dan Teguh Prasetyo dari PSDH Bengawan Solo Bojonegoro (Korwil Madiun). Dalam kesempatan penilaian Mustaqim mengatakan “Untuk penilaian ini ada 4 kriteria, yang harus di lengkapi yaitu. Irigasi, Kelembagaan, pertanian dan pembiayaanya.Tujuanya agar memotivasi Hippa bisa mandiri, air dibagi secara adil ke anggota, anggota dapat memelihara sumur dan irigasinya agar meningkatkan kesejahteraan petani,”.
Mustaqim juga menambahkan “Hippa bersifat sosial, ekonomi, budaya yang berwawasan di lingkungan, jadi sangatlah tepat bila dilakukan secara gotong royong. Petani mendapat manfaat secara langsung dari pengelolaan air dan jaringan irigasi,”.






