Malang, harianlenteraindonesia.co.id
Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Malang mengalami penurunan di alokasi rancangan APBD 2022. Padahal DAU ini menjadi salah satu sumber APBD selain Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi mengakui adanya penurunan DAU Kabupaten Malang, namun dipastikan tak mempengaruhi APBD 2022. Sebab pihaknya memastikan APBD 2022 mengalami peningkatan.
“Walaupun DAK masih dalam pembahasan karena masih proses Bantuan Keuangan (BK), dan untuk DAU mengalami penurunan. Namun saya pastikan tahun depan APBD mengalami kenaikan, namun kisaran besarannya saat ini masih dalam pembahasan termasuk DAK-nya naik,” kata Darmadi saat ditemui awak media di gedung DPRD Kabupaten Malang, Selasa sore (9/11/2021).
Pihaknya meminta agar APBD 2022 difokuskan pada penanganan Covid-19. Fokus berikutnya diminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang fokus pada prioritas pembangunan kawasan Kepanjen, sebagai ibu kota Kabupaten Malang.
“Selain penanganan Covid 19, tahun 2022 APBD kita proiritaskan pada Pemulihan Ekonomi Naisonal (PEN) serta Pemulihan Ekonomi Daerah (PED), infrastruktur pariwisata dan sarana dan prasarana umum. Untuk dana Pendidikan dan Kesehatan sesuai amanat UUD 1945 tetap 20 persen dari jumlah anggaran APBD kita,” ungkap dia.
Politisi PDI Perjuangan berharap, agar APBD 2022 nanti digunakan kepentingan dan kemajuan Kabupaten Malang. Selain itu juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat ditengah lesunya perekonomian akibat Pandemi Covid-19.
Ia meminta agar legislatif memanfaatkan APBD 2022 dimanfaatkan secara bagus untuk kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Malang.
“Intinya anggaran tersebut digunakan untuk kesejahteraan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Malang di tengah hantaman Pandemi Covid-19 yang berdampak langsung pada penurunan perekonomian kita. Semoga Pandemi Covid 19 segera berlalu, Kabupaten Malang bisa bangkit menuju Malang Makmur yang kita cita – citakan bersama,” pungkasnya.





