Anggaran PPKM Mikro Desa Kapringan Dipertanyakan Masyarakat?

INDRAMAYU, harianlenteraindonesia.co.id

Program pemerintah PPKM Mikro di Desa Kapringan kecamatan Krangkeng kabupaten Indramayu Jawa barat,besar anggaran 8% tahap pertama yang digelontorkan melalui Dana Desa 2021 diduga kurang transparan.

Anggaran PPKM Mikro yang dicanangkan pemerintah guna mencegah penyebaran wabah virus Corona atau covid-19, yang terjadi saat ini malah jadi tanda tanya besar oleh masyarakat khususnya Desa Kapringan.
Untuk mengetahui dan mencari tau tentang kebenaranya dari berbagai sumber di masyarakat desa setempat, pada Senin (12/07/2021) dari pantauan Tim Media kontrol ke masyarakat.

“Pencairan dana PPPKM Mikro berawal dari bulan Ramdhan 1442 H atau sekitar bulan april 2021, dengan nominal Rp.137 juta,” ujar Casam Sekdes Desa Kapringan.

Lebih lanjut Sekdes mengatakan, bahwa anggaran tersebut diperuntukkan pengadaan tempat ruang isolasi, pembelian masker 200 box, Hand Sanitizer 500 botol dengan harga Rp.15Rb per botolnya, pengadaan, tempat cuci tangan 45 unit dan ditempatkan masing-masing tempat, seperti sarana ibadah dan sarana pendidikan, juga untuk membayar kepada anggota satgas PPKM Mikro masing-masing Rp.100 ribu ada 15 orang bagi yang ikut bekerja pada saat itu.

“Untuk masker dan Hand Sanitizer pada saat itu dibagikan dijalan depan Balai Desa Kapringan,saya bagikan ke masyarakat yang lewat” kata Casam.
“Saya tidak pernah dikasih Hand Sanitizer, kalau masker iya. Saya dikasih sama pemerintah desa, tapi itu juga dulu waktu bulan suci Ramadhan,” ujar masyarakat desa Kapringan blok telaga yang enggan disebutkan namanya.

“Kalau semua anggaran atau kegiatan apapun perangkat desa lainnya jarang ada yang tau, bahkan Program PPKM Mikro pun cuma sebagian yang dikeluarkan anggarannya. Semuanya ditangani Sekdes Casam yang ngurus,” Kata masyarakat sekitar sambil nada kecewa.

Pos terkait