Magetan, harianlenteraindonesia.co.id
Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI mengalokasikan anggaran Rp 220,15 miliar untuk pengembangan sentra kawasan bawang putih seluas 5.453 hektare guna meningkatkan produksi dalam negeri di seluruh Indonesia .Sebagai upaya mendukung program tersebut dinas TPHPKP kabupaten Magetan menyiapkan lahan seluas 50 ha. Untuk tahun 2021 ini penanaman akan dilaksanakan setelah hari raya Idul Fitri sekitar bulan Juni. Dan tahun ini merupakan tahun ke 3 sejak program ini dijalankan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) kabupaten Magetan Ir. Uswatul Chasanah M.MA melalui Kabid Hortikultura dan Perkebunan, Dinas TPHPKP Magetan Agustin Nurul Q, Sp mengatakan ” Di Kabupaten Magetan disiapkan 3 desa untuk menjadi sentra penanaman bawang putih .Ke 3 desa tersebut meliputi desa Ngancar,Dadi dan Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan dan yang akan ditanam di wilayah tersebut menggunakan Variates jenis Lumbu Hijau.”jelasnya
Agustin Nurul Q, Sp mengatakan ” Bawang putih merupakan tanaman yang memerlukan syarat khusus agar bisa tumbuh dengan baik yaitu ketinggian lahan harus lebih dari 800 Mdpl. Di wilayah Magetan sendiri untuk saat ini
Profitas bawang putih sekitar 50 Kwintal per Ha. Bawang putih dari tanam sampai panen memerlukan waktu 120 hari. Dan sebagai informasi menurut data yang ada jumlah petani budidaya bawang putih di tiga desa tersebut adalah sebagai berikut Sarangan sejumlah 275 petani, Ngancar 236 petani dan desa Dadi 200 petani. “paparnya.
Lebih lanjut Agustin Nurul Q, Sp menjelaskan “Bantuan yang akan diterima oleh petani bawang putih di 3 desa tersebut berupa bibit sebanyak 700 kg ,pupuk hayati, pupuk organik cair, pupuk organik padat,Mulsa dan NPk .Bantuan bibit dan bahan pendukung tersebut merupakan bantuan langsung dari Satker pusat yang akan disalurkan oleh Dinas TPHPKP kabupaten Magetan langsung ke Kelompok Tani.Disini peran Dinas sebagai tim teknis, dan pemeriksa barang sebagai wakil PPK. “ungkapnya.
Sebagai upaya meningkatkan daya saing petani lokal Magetan guna menjadikan ke 3 desa tersebut sebagai sentra bawang putih.Dinas terkait dipandang perlu untuk mencarikan teknologi tepat guna agar baik itu harga maupun kualitas bisa bersaing dengan bawang putih impor .(Jurnalis Beni Setyawan)






