Malang, harianlenteraindonesia.co.id
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang bakal memaksimalkan pemeliharaan infrastruktur skala prioritas imbas adanya recofusing anggaran di tahun 2021.
Menurut Kepala Bidang Peningkatan Kabupaten Malang Suwignyo, untuk tahun 2021 ini Dinas PUBM akan fokus pada pemeliharaan saja, karena ada rasionalisasi anggaran untuk penanganan Covid 19 dan pemulihan ekonomi Nasional.
“Tahun 2021 kita fokus dulu di pemeliharaan saja, untuk pembangunan infrastruktur baru ditiadakan dulu tahun ini,” kata Suwignyo di kantornya, Jumat pagi (26/3/2021).

Namun Suwignyo belum mengetahui berapa anggaran yang akan direcofusing dan sisa anggaran yang diprioritaskan di dinas PU Bina Marga tahun ini.
“Untuk berapa pastinya sisa anggaran yang tersisa karena rasionalisasi anggaran kami tidak tahu mas,” beber Wignyo.
Suwignyo menambahkan, walau tidak ada pembangunan jalan baru, untuk skala prioritas masih tetap di kerjakan.
“Seperti penyelesaian pembangunan tahap akhir jembatan Srigonco segera di kerjakan, saat masih tahap proses lelang dk LPSE dengan nilai anggaran pagu untuk jembatan Rp 1,2 miliar, sedangkan untuk jalannya Rp 2 m,” jelas Suwignyo.
Skala prioritas lainnya, infrastruktur jalan menuju kawasan taman nasional Bromo Tengger dan semeru.
“Untuk BTS di anggarkan di APBD 2021 sebesar Rp 30 miliar yang tahun ini memasuki pembangunan periode ke tiga,” terang Wignyo.
Saat disinggung keluhan warga terkait jalan di Ploso Kerep, Desa Dengkol Singosari yang juga di sampaikan pada Dewan, sudah tiga tahun rusak berat.
“Rencananya tahun ini akan di kerjakan juga namun bertahap sebab kita melihat anggaran kita tahun ini terbatas. Di sebelah timur sebenarnya sudah di bangun peningkatan dan pengecoran tinggal melanjutkan saja, mudah mudahan tahun ini terlaksana,” tutup Suwignyo.
Seperti di beritakan sebelumnya jalan Desa Dengkol menuju Kecamatan Pakis rusak berat dan sudah tiga tahun tidak tersentuh pembangunan. (M.yus)






