Jepara, harianlenteraindonesia.co.id
Disinyalir ada tekanan dari beberapa pihak sehingga selaku ketua yang adalah pimpinan rapat Ranperda Pansus DPRD Jepara NH terpaksa walk out, mengapa bisa demikian?? Banyak pertanyaan besar bermunculan dari kalangan pengamat politik dan aktifis Jepara. Padahal bisa saja diputuskan untuk disetujui ataupun tidak, mengapa harus mengambil tindakan yang kurang patut untuk sekelas ketua Pansus DPRD Jepara saat rapat Ranperda berlangsung, cetus N salah satu aktifis yang getol memperhatikan gejolak perpolitikan di jepara.
Hal ini juga menjadi fenomena yang langkah soal ranperda penyertaan modal BUMD Perumda Aneka Usaha Jepara kemungkinan diusung ke sidang paripurna dan ini terjadi di tahun ini. Sungguh ironis sahut (P) salah satu pengurus ormas di jepara, Semestinya Ketua Pansus DPRD Jepara lebih bijaksana sebab pimpinan rapat itu bertugas memimpin jalannya rapat, beda dengan anggota pansus jika terpaksa walk out maka tidak akan menghentikan jalannya rapat. Kalaupun ketua Pansus DPRD Jepara tidak setuju maka bisa menyampaikan sebagai pendapat dengan menyertakan dasar dan alasan yang kuat bukan dengan cara ” walk out.”
Awak media lentera indonesia mengorek Informasi dari Dirut Perumda Aneka Usaha Nurkholis, Jum’at 4 ferbruari 2021 dan disambut baik. Tentang komplain ketua Pansus soal laporan keuangan perumda aneka usaha. Dia menyatakan bahwa perumda aneka usaha hanya pemaparan rencana pengembangan usaha dan diperlukan penyertaan modal namun bukan memaksakan kehendak. Dalam pemaparannya mengenai rencana pengembangan usaha sebagian besar anggota pansus menyetujuinya, ujarnya
Dirut perumda aneka usaha menyayangkan sikap walk out yang diambil ketua Pansus DPRD jepara dan berakhir deadlock.. Hal itu bisa memperngaruhi BUMD yang lainnya yang dianggapnya tidak sedang bermasalah.
N mengakui bahwa kondisi perumda aneka usaha sedang dalam pembenahan managemen keuangan dan segera menggandeng konsultan auditor untuk membuat laporan keuangan yang standart.
” Dia menambahkan bahwa kedatangannya ke ranperda memang tidak membawa laporan keuangan terinci karena tidak diminta oleh pansus dan menegaskan kembali bahwa kedatangannya bertujuan pemaparan planning pengembangan usaha yang memerlukan penyertaan modal usaha. Persoalan laporan keuangan yang dikehendaki Pansus akan segera disiapkan secepatnya karena rencana akan dibahas di sidang paripurna yang akan datang,” pungkasnya. (John)






