Pelayan Publik Harus Taat Dengan 5M Agar Terhindar Dari Covid 19

Jepara, harianlenteraindonesia.co.id

Pemkab Jepara terus mengumandangkan genderang perang melawan covid 19 bersama sama masyarakat. Berbagai upaya terus dilakukan bahkan dengan beaya yang tidak sedikit harus dikorbankan untuk menanggulangi pandemi covid 19. Pandemi covid 19 adalah bencana global bukan hanya di Jepara ataupun Indonesia namun telah merambah hampir ke seluruh dunia, jadi kalau berbicara covid 19 maka akan menjadi beban bersama dan harus bersama sama dalam memeranginya.Kamis 18/2/21.

Pandemi ini menyerang siapa saja tidak terkecuali pelayan publik, mulai dari APH, OPD, Legeslatif maupun Eksekutif lebih lebih masyarakat umum. Seperti juga yang telah banyak dialami para petinggi di Jepara yang nota bene adalah pelayan publik. Hal yang sering terjadi dikarenakan banyaknya masyarakat yang harus dilayani, jadi harus patuh dan taat dengan anjuran 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Sekitar 2 hari lalu awak media lentera indonesia menemui petinggi desa tengguli kec. Bangsri kab Jepara Fatekur yang secara terang terangan mengakui bahwa dirinya dan istri terpapar covid 19 oleh tim medis disalah satu klinik di jepara, pertama test antigen dan yang ke dua test swab di RS kedua duanya menyatakan positif, ” Saya berasa demam yang gak karu karuan bahkan sudah saya belikan obat di apotik namun tak kunjung sembuh sehingga saya test antigen secara mandiri dengan beaya rp.250.000 dan hasilnya positif lalu saya dijemput ambulan untuk dibawa ke RS dan harus rawat inap selama 5 hari karena dianggap lebih berat dan istri isman di rumah. Setelah 5 hari ditest swab dan ternyata masih dinyatakan positif tetapi diizinkan isolasi mandiri di rumah atau isman sampai 10 hari.” Ujarnya.

Kini petinggi desa tengguli bisa bernafas lega setelah masa waktu yang ditentukan pihak medis sudah terpenuhi dan sudah bekerja kembali melayani masyatakat di desanya bersama para perangkat setelah beberapa waktu kantor balai desa tutup karena menghindari kemungkinan akan ada lagi yang terpapar. Tidak hanya petinggi desa tengguli saja tapi masih banyak desa desq di wilayah jepara yang juga sempat terpapar dan semua sudah beraktifitas kembali.

Beberapa waktu silam bupati jepara juga menyampaikan kepada awak media lentera indonesia bahwa ” pandemi ini bukan hanya di jepara tapi sudah tingkat dunia artinya peperangan melawan covid 19 adalah peperangan bersama dan perlu bersama sama melawannya yaitu denga taat 4M (sekarang menjadi 5), mari kita taati protokol kesehatan agar kita dapat menghentikan laju pertambahan masyarakat yang terpapar covid 19, kalau bukan kita yang memerangi lalu siapa lagi, cepat atau lambatnya pandemi ini berakhir tergantung ketaatan kita dalam mentaati prokes.” (Jurnalis John)

Pos terkait