Bupati Jepara H. Dian Kristiandi S.Sos Turun Langsung Ke Lokasi Tanah Longsor di Kecamatan Donorojo dan Memberikan Santunan Berupa Logistik

Jepara, harianlenteraindonesia.co.id

Bupati Jepara H. Dian Kristiandi turun langsung ke lokasi tanah longsor di desa jugo kecamatan donorojo ikut membantu warga yang terkena musibah longsor. Material tanah dan batuan longsor menutup akses jalan yang menghubungkan desa jugo dan sumberejo.

Bupati bersama masyarakat berbaur jadi satu membersihkan materia berupa tanah dan bebatuan agar akses jalan bisa digunakan kembali. Tidak hanya itu tetapi Bupati jepara H. Dian Kristiandi juga memberi santunan kepada korban berupa logistik.

Selain di desa jugo juga terjadi Tanah longsor di Dukuh Guwo RT 6 RW 7 Desa Blingo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.  Material longsor merobohkan tiga rumah dan satu jembatan. Senin 15/2/21.

Kapolsek Donorojo, Inspektur Satu Sudi Tjipto memberi keterangan kepada awak media bahwa longsor terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 04.50 WIB.Longsor terjadi usai hujan deras mengguyur Kecamatan Donorojo pada Minggu malam, 14 Februari 2021.

“Benar di Desa Blingo terjadi longsor. Ada tiga rumah dan satu jembatan yang roboh akibat longsor tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Sudi.

Sesaat sebelum longsor terjadi, warga tidak diketahui masih terlelap tidur di dalam rumah. Suara gemuruh dari belakang rumah membangunkan dan mendorong warga berhamburan keluar rumah.

“Dari keterangan korban longsor sekitar pukul 04.50 mereka terbangun karena mendengar suara gemuruh dari tebing belakang rumah. Lalu mereka keluar dari rumah dan melihat reruntuhan longsor menimpa bagunan rumah,” jelas Sudi.

Tercatat ada tiga rumah dan satu jembatan yang rusak usai diterjang reruntuhan longsor. Tiga warga yang menjadi korban longsor adalah Marwi 50 tahun, Tasri 40 tahun dan Karnadi 48 tahun.

Lebih rinci, Sudi mengungkapkan dapur rumah Marwi, 50 tahun, materi roboh tertimpa longsor. Pihaknya memperkirakan Marwi mengalami kerugian sebesar Rp 15 juta.

“Rumah Tasri, 40 tahun, teras rumah roboh dan satu kendaraannya tertimbun material longsor. Kerugian korban Tasri sekitar Rp 5 juta. Lalu korban Karnadi, 48 tahun, bagian depan rumah sakit jebol dan merugi sekitar Rp 10 juta,” terangnya.

Warga bersama dengan BPBD Jepara, TNI / Polri dan Pemerintah Desa setempat melakukan pembersihan materi longsor yang menimbun rumah warga.

Sementara untuk jembatan penghubung antar RT yang ambrol.Saat ini tengah diupayakan untuk pembuatan jembatan darurat dari bambu. (Jurnalis John)

Pos terkait