Jepara, harianlenteraindonesia.co.id
Rabu 31/12/20 Tim awak media Lentera Indonesia menyambangi jalan kabupaten yang melintas di desa banyu putih setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa sepanjang jalan banyu putih di beberapa titik mengalami kerusakan parah. Kami perkirakan ada sekitar 2 km dari perbatasan Margoyoso sampai balai desa banyu putih.
Narasumber yang kami temui menyampaikan bahwa sudah ada 11 orang yang jatuh pada malam hari, mulai dari luka ringan sampai ada yang mengalami patah tulang, ada yang sampai luka parah di wajah dan kepala.
Informasi yang kami dapat jalan perbatasan banyu putih dan margoyoso rusak parah sejak memasuki musim hujan tahun ini. Lebih lagi lampu penerangan jalan mati sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.

Masyarakat sudah merasa tidak nyaman jika melalui jalan tersebut. Lebih lebih saat ini menjelang tahun baru, dapat dipastikan akan ramai hiruk pikuk masyarakat melewati jalan tersebut, sedangkan jalanan rusak parah. Hampir tiap malam Petinggi Banyu Putih mendapat laporan kecelakaan, rata rata karyawan Pabrik yang pulang malam.
Dirinya berharap ada perhatian khusus dari dinas terkait dalam hal ini DPUPR Bina Marga segara mengambil tindakan agar tidak jatuh korban lebih banyak lagi. Karyawan Pabrik PT HWI sangat banyak, jika pulang kerja rata rata melewati jalan banyu putih baik laki laki maupun perempuan.
Masyarakat maupun petinggi meminta kepada pemerintah melalui dinas DPUPR dan DISHUB bertindak sebelum tahun baru, karena dikhawatirkan korban akan terus bertambah setiap hari. Juga kepada Bupati Jepara H. Dian Kritiandi, Petinggi dan masyarakat banyu putih memohon segera merealisasi guna memperbaiki jalan banyu putih yang sudah memakan banyak korban.
Kepada awak media Petinggi Banyu Putih berharap jangan sampai ada korban lagi yang jatuh, untuk itu besar harapan seluruh masyarakat banyu putih agar keluh kesahnya ditindaklanjuti oleh dinas terkait. (Jurnalis John)






