Dinas Pariwisata Bangun Musholla Tradisional dan Eksentrik Klasik dari Kayu Jati

  • Whatsapp

Kab. Bekasi, harianlenteraindonesia.co.id

Sholat lima waktu merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh seluruh umat Islam, menjalankannya pun membutuhkan kekhusyukan, maka dari itu ada beberapa orang yang memilih untuk membuat mushola minimalis agar ibadah mereka berjalan lancar.

Negara Indonesia memiliki penduduk yang mayoritas beragama islam.

Keberadaan ruang sholat dalam rumah maupun tempat umum adalah hal yang penting dan sangat vital.

Berazaskan agama terutama dalam menjalankan ibadah, pandangan luas nuansa wilayah Bekasi dengan unsur agamis dan tradisional, dalam menekuni pekerjaan tidak lupa sholat lima waktu.

Dinas pariwisata membangun musholla bergaya tradisional dan keunikan dengan estetika yang ada dipariwisata.

Saat disambangi awak media lentera Indonesia, dilokasi kantor dinas pariwisata bakal mempunyai musholla yang unik nantinya.

Bersama bincang hangat dalam pertemuan awak media lentera Indonesia dalam waktu singkat, dengan ada nya bangunan musholla baru bergaya tradisional serta keunikan tersendiri dari dinas pariwisata, Senin (02/11/2020).

Mumuh Mulyana selaku Sekdin pariwisata menjelaskan, “Musholla ini, nantinya akan dibangun dengan gaya tradisional dan berseni mendukung nuansa gedung dinas pariwisata, klasik berbahan dari kayu jati Sungkai yang sudah di trap langsung dalam pemasangan agar mendukung nilai-nilai estetika.

Dengan adanya kegiatan bangunan musholla ini dimulai sesuai SPK pada tanggal 01 November dan akan rangkum pada bulan pertengahan November selesai, anggaran yang sudah ditetapkan sesuai ketuk palu diambil dari APD perubahan sekisaran lebih kurang Dana ABT Rp150.000.000,- dan kegiatan ini tidak melalui PUPR melainkan dari dorongan dan kesepakatan bersama dari komando kepala dinas pariwisata”,
Terang nya.

Musholla ini juga dibangun diatas lahan tanah taman dan pepohonan yang rindang kehijauan tanpa merubah tata ruang yang ada dikantor dinas pariwisata, bangunan ini ditukangi 6 (enam) orang dan dilaksanakan oleh pelaksana yang profesional dibidangnya dalam pengerjaan.

Dengan konstruksi sederhana yang tidak rumit dan dapat ditangani dinas pariwisata dengan luas musholla 5×6 = 30m2 persegi ini nantinya, dapat melaksanakan sholat berjamaah lebih kurang 30 orang yang ada pada karyawan pekerja di kantor dinas pariwisata cukup terlaksana dengan khusuk dengan baris 3 sampai 5 sap saat melaksanakan ibadah sholat.

Ditambahkan, musholla ini diperuntukkan nantinya juga dapat berfungsi dengan adanya kunjungan-kunjungan dari luar dinas serta tamu yang ada dilokasi kantor dinas pariwisata, prasarana bangunan ini dapat melakukan ibadah sholat dengan lancar tanpa kendala harus bertanya dimana untuk melakukan sholat lima waktu.

Dengan keunikan yang ada pada bangunan musholla ini, yang penuh eksentrik dapat menjadi ciri khas yang di aplikasikan dalam budaya dan agamis menjadi icon dan moto kedepannya pada kantor dinas pariwisata”, Tutupnya (Maruli)

Pos terkait