Jepara, harianlenteraindonesia.co.id
Begitu naas nasib bocah berkelamin laki-laki yang baru berusia 8 tahun harus berakhir di dalam sumur tua. Selasa 20 Oktober 2020 sekitar pukul 15.00 sore. Korban beralamat di Rt 002, Rw 005 desa Karanggondang kec. Jepara. Semula ibunya mencari ke seluruh halaman sekeliling rumah setelah selesai menyusui adik korban, namun tidak ditemukan. Bocah bernama Fatqur Rokhman Alfarizi tergolong pendiam dan tidak suka bermain jauh dari rumahnya. Karena panik maka ibunya memberi tahu suaminya yang sedang berkerja karena tempat pekerjaannya tidak jauh dari rumahnya. Suaminya dengan ditemani bosnya mencari dan memanggil manggil farizi namun tak ada jawaban.

Kedua orang tua farizi semakin bingung, lalu bos mebel tempat ayahnya kerja mencoba melihat dalam sumur tua karena depan rumah korban terdapat sumur tua tanpa penutup. Bos mebel tersebut tidak melihat apa apa, akan tetapi ayah farizi penasaran dan melihat ke sumur dengan senter, sontak ayah kaget dan tak kuasa menahan tangis karena melihat farizi sudah posisi tertelungkup. Lalu tetangga ayah korban menghubungi bhabhinsa dan bhabhinkamtipmas didampingi petinggi Karanggondang bapak M.Ronzi, dengan cepat langsung berkoordinasi dengan petugas bazarmas dan puskesmas mlonggo. Tak lama kemudian datanglah tim bazarnas 2 mobil dan diiringi mobil ambulance.
Dengan cepat tim bazarnas mengevakuasi korban dan berhasil mengambil korban yang sudah meregang nyawa dan dipastikan oleh tim medis. Orang tua korban menyatakan ikhlas menerima kepergian anak laki lakinya yang masih kecil dan sesekali menangis karena tidak bisa menahan kesedihannya. (Jurnalis Ella)






