Malang, harianlenteraindonesia.co.id
Rencana demo lanjutan penolakan UU Cipta Kerja disikapi oleh Polresta Malang dengan maksimal. Demo yang dikabarkan membawa massa secara masif ini membuat Polresta Malang menyiapkan personel gabungan. Hal itu tampak dalam apel persiapan pengamanan demo di depan gedung DPRD Kota Malang, Selasa (20/10/2020).
Total menurut data yang diterima Lumbung Berita, ada sekitar 2744 personel yang terlibat. Terdiri dari anggota Polri, TNI, dan Dishub. Bahkan Polresta Malang mendapat bantuan ribuan personel dari Polda Jatim, dan beberapa Polres/Polresta disekitar Malang.

Kapolresta Malang, Kombes Pol Leonardus Simarmata menyatakan siap mengawal aksi unjuk rasa. Ia menekankan kepada personelnya untuk mengedepankan sikap persuasif.
“Intinya mari kita memberikan pelayanan dengan baik dan humanis kepada masyarakat yang mau menyampaikan aspirasinya. Tidak ada kekerasan. Tidak ada pemukulan. Intinya tidak ada gerakan-gerakan tambahan,” terangnya.
Namun, ia mengingatkan kepada massa unjuk rasa untuk menyampaikan pendapat dengan santun. Bila ditemukan kondisi anarkis, ia tak segan-segan memberikan tindakan tegas.
“Tapi bila kita sudah melayani dengan baik dan masih terjadi aksi pelemparan atau tindakan anarkis dari para pendemo, maka kami akan tindak tegas. Tidak ada penangguhan penahanan,” tegasnya.

Secara khusus, ia memberikan apresiasi terhadap sinergitas yang terjalin antara TNI-Polri. Menurutnya, kondusifnya Kota Malang juga berkat back up yang baik dari personel TNI.
“Alhamdulillah, antara kepolisian dan TNI selama ini terjalin sangat baik. Kami selalu diback up oleh teman-teman TNI. Tentunya ini akan sangat baik dalam menjaga kota Malang tetap kondusif,” paparnya.
Menurut informasi yang berhasil didapatkan, aksi unjuk rasa itu akan Bertempat di perempatan BCA dan DPRD Kota Malang.
Titik kumpul, total ada sembilan tempat. Selanjutnya dari beberapa titik kumpul tersebut, massa akan bergerak menuju perempatan BCA dan DPRD Kota Malang.(M.yus)






