Jepara harianlenteraindonesia.co.id
Yayasan Dharma Bhakti Persada Nusantara (YDBPN) didukung FKPJ Forum Komunikasi Pawarta Jepara menggelar acara Talk Show dalam bincang malam bersama tokoh dengan tema ” membangun Jepara dalam bingkai kebersamaan ” pada hari Jum’at 16 Oktober 2020, dimulai pukul 20.00 WIB. Acara tersebut dipandu oleh Winarto , SE dan dibuka oleh master of ceremonial mr. been jepara yang nama aslinya Vico Rahman dan ditemani wanita cantik Kiki Kirana. Acara Talk Show digelar di Kebun Tanasa, Desa Karangkebagusan IV Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Hadir sebagai nara sumber yang kompeten dan mapan baik dalam dunia usaha maupun dikancah perpolitikan, Witiarso S,E yang menjabat sebagai presiden direktur PT. Dua Putra Utama Makmur yang bergerak dibidang pengolahan hasil laut, H. Syamsul Anwar, SE. ketua KONI dan sekaligus ketua GP Ansor Jepara dan Bobby Alfianto dari internal partai PDIP yang mewakili Plt Ketua dewan bapak Junarso, sedangkan bapak Dwi dari Kesbangpolinmas berhalangan hadir karena kesibukannya.

Beberapa Ormasi diantaranya GMBI, GIBAS, GMPK,WRC, PELITA, PP, LMPI, BANN, GANN, KPMP serta Ormas-ormas keagamaan baik dari NU dan Muhammadiyah, serta kalangan pengusaha mebel dan wartawan dari lintas media di Kabupaten Jepara baik dari IPJT atau PWOIN juga turut hadir memenuhi undangan.
Sebelum dimulai acara inti, master of ceremonial Vico dan Kiki mengajak semua untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai penghornatan kepada Bangsa Indonesia dengan berdiri dan dipimpin oleh ibu Aida Aktifis BANN jawa tengah.
Ketua panitia Purnomo dalam sambutannya berterima kasih pada semua panitia penyelenggara , juga semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara Talk Show yang persiapannya sangat singkat. Terima kasih juga disampaikan kepada para pendukung baik moril maupun materiil seperti RSUK, Perunda Aneka Usaha, PT. Dua Putra Utama Makmur, CV. Jeparaz Tirta Mulia (produsen teh Yazz Tea), Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Disdikpora.
Dilanjutkan sesi tanya jawab, kesempatan pertama diberikan kepada
Ir. Mujiono dari perwakilan ngawulo gusti yang dalam kesempatan ini beliau menitik beratkan pada sektor kemaritiman dan kebudayaan.
Dilanjutkan oleh ketua FKPJ Santoso menanyakan tentang peran media diruang lingkup pemerintahan,
Bapak Nurkhan selaku pembina FKPJ menanyakan perihal dana desa yang akan ditiadakan oleh pemerintah pusat tahun 2022, mengingat bahwa dana desa sangat penting dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM bagi masyarakat desa, bagaimana cara mensikapinya agar pembangunan tetap berjalan dengan maksimal.
Ibu Aida dari perwakilan BANN menanyakan perihal sulitnya mengendalikan peredaran Narkoba di jepara dan ditujukan pada Witiarso, SE.
Menurut Witiarso, SE potensi SDA jepara sangatlah melimpah tinggal bagaimana pemerintah daerah mengelola dengan sebaik baiknya karena SDM masyarakat cukup memenuhi standart untuk diberdayakan dalam pengelolaan SDA. Witiarso,SE menghimbau bahwa pemerintah daerah harus berani membentuk KEK atau Kawasan Ekonomi Khusus sehingga penanganan serta pengelolaan SDA akan lebih tepat dan maksimal. Dengan begitu akan berpengaruh pada PAD, sehingga pembangunan jepara bisa lebih cepat dan tidak stagnan.
Menyinggung Sektor kemaritiman dan pariwisata, Wit panggilan sehari hari berharap untuk diperhatikan, diantaranya seperti pembangunan pelabuhan pelabuhan, penataan karimun jawa dan lain lain. Penerintah daerah dirasa perlu memperhatikan sektor pariwisata yang merupakan salah satu icon dan juga salah satu andalan penyumbang PAD yang cukup besar. Dilanjutkan persoalan Undang Undang dana desa menurut Witiarso SE hanya bersifat sementara dikarenakan situasi pandemi, namun begitu pemerintahan dewa bisa memaksimalkan PADes dengan lahan milik desa ataupun menggandeng investor.
Persoalan peredaran narkoba, jepara masuk peringkat 2 se jawa tengah. Jadi perlu perhatian khusus terutama bagi aparat penegak hukum. Pemerintah daerah perlu menstimulan bagi masyarakat tentang bahaya nasrkoba dengan tanpa henti. Menghimbau kepada masyarakat untuk semangat berkarya dan menjauhi narkoba. Tempat rehabilitasi juga perlu menjadi perhatian bagi pemerintah daerah agar pengguna dapat terbantu untuk berhenti menggunakan dan sadar akan bahaya narkoba.
Sedangkan nenurut H. Syamsul Anwar para pemangku jabatan agar mengedapankan moralitas dan kepentingan rakya, sehingga masyarakat puas terpenuhi dan terlayani dengan baik dan bersih dari korupsi. Tentang kebudayaan menurutnya perlu peranan media untuk menyambungkan dan menyampaikan pesan kepada masyarakat jepara bahkan dunia terlebih jepara mempunyai cagar budaya Gong Perdamaian. Jadi pemerintah daerah bersama sama dengan semua golongan serta unsur masyarakat mempertahankan kelestarian budaya jepara sehingga tidak hilang atau punah sampai pada anak cucu.
Boby Alfianto dari perwakilan Plt ketua dewan Junarso menegaskan pentingnya peran media bersama sama dengan penerintah daerah untuk membangun jepara ke depan lebih baik. Diera saat ini hampir semua masyarakat mengenal teknologi seperti handphone. Berita apapun bisa diakses, jadi menanggapi kebudayaan dianggapnya sangat penting merangkul media sebagai sarana publikasi dan pengedukasian masyarakat jepara kususnya dan dunia pada umumnya.
Acara penghujung adalah rangkuman yang disampaikan bapak kiyai Sowi S3 Dosen UNISNU. Beliau menanggapi bahwa SDA melimpah SDM mencukupi tetapi jika semua kebijakan pemerintah daerah jika tidak dilaksanakan dengan baik maka akan menjadi sebuah teori. Diibaratkan bahwa masyarakat seperti pembantu kaya di rumahnya sendiri. Perlu ketegasan dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tupoksinya agar pemerintahan berjalan dengan baik dan benar.
Mengingat waktu pulalah maka acara talk show ditutup lalu dilanjutkan dengan beramah tamah. Dari awal hingga akhir acara berjalan dengan lancar tanpa kendala suatu apapun. Dan disampaikan oleh pemandu acara bahwa acara talk show akan direncanakan setiap bulan dengan menghadirkan tokoh tokoh penting lainnya yang berprestasi dan memahami pentingnya kebersamaan dalam membangun menuju jepara makmur, jepara mendunia. (Jurnalis John)






