Depok,harianlenteraindonesia.co.id
Pelantikan pengurus PWOIN Kota Depok dirangkai dengan Diskusi Wawasan Kebangsaan (Wasbang).Acara digelar di Gedung Pemuda KNPI Kota Depok, Jalan Merdeka Depok II Tengah. Minggu, (05/01/2020).
Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum DPP PWOIN Pusat yang di wakili oleh Ruli Rahardian (Waketum), Lian Lubus (Sekejend) DPP PWOIN Pusat, Agus Chepy Kurniadi( ketua DPW PWOIN) Jawa Barat, didampingi Teguh Harditya sekretaris dan Anna Marlina Bendahara,serta tamu undangan Kodim 0508, Polres Metro Depok, Kesbangpol, Victor Malbanat ketua PC 10.22 GM FKPPI Kota Depok, KNPI Kota Depok, Kosgoro, Kader Bela Negara, Mulyadi Pranowo (Tokoh Masyarakat).
Pelantikan pengurus DPC PWOIN Kota Depok ,disertakan penyerahan SK No, 001/PWOIN-Jabar/SK/DPK.p.20.23 dan bendera Pataka oleh ketua Agus Chepy Kurniadi ke pada Benny Gerungan sebagai bukti disahkan PWOIN Kota Depok.
Ketua DPW Jawa Barat Chepy Kurniadi menegaskan, dengan telah dilantiknya ketua beserta jajaran kepengurusan PWOIN kota Depok, Anda Siap mengibarkan panji – panji PWOIN. Agus Chepy Kurniadi berharap, setelah menerima SK DPC PWOIN Kota Depok, semoga amanah organisasi ini dapat berjalan dengan se utuhnya,tandasnya.
Usai Pelantikan,dilanjutkandengan Diskusi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang bertajuk, “Tantangan Terhadap Teknologi Digital Elektronik, dan Pergeseran Ideologi Pancasila”.

Rully Rahadian sebagai nara sumber mengatakan,Wartawan Harus Memahami Konsep Perang Asimetris Sebagai Upaya Bela Negara,tegasnya.
Bangsa yang kita cintai ini, sudah memasuki tahap krisis nilai-nilai Kebangsaan, yang mau tidak mau, suka tidak suka akan berpengaruh terhadap eksistensi bangsa ini, karena proyeksi situasi dan kondisi ini secara langsung berdampak terhadap identitas dan karakter bangsa,tandasnya.
Ia menghimbau, pentingnya seorang wartawan khususnya Wartawan Online memahami konsep Perang Asimetris ini, karena masyarakat sebagian besar sudah tergantung kepada gadget dan jaringan internet. Bahkan kini masyarakat lebih aktif terlibat dalam kegiatan interaksi dengan Media Sosial.
Lanjutnya,Jika berita yang masyarakat terima sifatnya Hoax, tentunya akan berbahaya dan memberikan dampak negatif dalam sistem kemasyarakatan. Kita tidak pernah bisa menebak kapan, dimana, dan melalui konsep seperti apa para aktor Perang Asimetris bergerak dalam menjalankan aksinya.
Disinilah dibutukan ketajaman analisa para wartawan, sehingga mampu meluruskan berita simpang siur, dan memiliki strategi yang tepat dalam mendistribusikan berita melalui berbagai bentuk media online baik Media Sosial maupun Media Komersial.
Dijelaskannya, Wartawan harus benar-benar paham mengenai Perang Asimetris itu sendiri. Merujuk kepada Dewan Riset Nasional (DRN) , Perang Asimetris dapat di jabarkan sebagai suatu model peperangan yang dikembangkan dari cara berpikir yang tidak lazim, dan di luar aturan peperangan yang berlaku, dengan spektrum perang yang sangat luas dan mencakup aspek-aspek astagatra (perpaduan antara trigatra: geografi, demografi, dan sumber daya alam/SDA; dan pancagatra: ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya). Perang asimetris selalu melibatkan peperangan antara dua aktor atau lebih, dengan ciri menonjol dari kekuatan yang tidak seimbang.
Artinya, dampak yang akan ditimbulkan dari fenomena tersebut adalah terbentuknya Penjajahan Paradigmatis, yang akan menimbulkan benturan sistem nilai, norma, dan Kepentingan Universal yang akan berseteru dengan Kepentingan Nasional, dengan beberapa bentuk seperti;
Semakin maraknya berbagai bentuk rivalitas berdasarkan ambisi kekuasaan tanpa mempertimbangkan skala prioritas pada Kepentingan Nasional.
Memanfaatkan kebebasan Pers untuk menjalankan kepentingan aktor negara maupun aktor non negara.
Memunculkan kebebasan yang bersifat individualistik yang berpotensi membenturkan nilai-nilai universal dengan nilai-nilai Nasional negara kita.
Tentunya dengan berbekal pemahaman dasar mengenai Perang Asimetris, seoramg wartawan akan mampu membangun opini yang positif di masyarakat, sehingga mampu mengantisipasi gejala-gejala negatif yang sudah didesain oleh para aktor yang ingin menggunakannya untuk merusak bangsa ini,pungkasnya.(joh).





